Israel serang pangkalan udara Suriah, UEA sebut pelanggaran terang

Jakarta, Maret.id — Uni Emirat Arab (UEA) mengecam keras serangan udara yang menargetkan pangkalan udara militer Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah, dan menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut.
Kecaman Resmi dari Abu Dhabi
Kementerian Luar Negeri UEA, dalam pernyataan resmi Rabu (19/8/2026), menyatakan penolakan tegas terhadap serangan yang dianggap sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Pernyataan itu menekankan keprihatinan Abu Dhabi atas ancaman terhadap keamanan dan stabilitas di wilayah Suriah.
Kementerian itu menegaskan bahwa setiap tindakan militer yang mengabaikan kedaulatan negara lain harus ditolak dan ditindaklanjuti melalui mekanisme internasional. UEA menuturkan bahwa eskalasi semacam ini memperburuk kondisi kemanusiaan dan berpotensi mengancam proses stabilisasi regional.
Rujukan Pada Perjanjian Internasional
Dalam pernyataannya, UEA menyebut bahwa serangan tersebut bertentangan dengan ketentuan Perjanjian Pemisahan Pasukan (Disengagement of Forces Agreement) 1974 yang masih relevan untuk menjaga batasan operasi militer. Pernyataan itu menekankan bahwa perjanjian internasional tersebut harus dihormati oleh semua pihak demi mencegah peningkatan ketegangan.
Abu Dhabi juga menggarisbawahi pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan norma internasional sebagai fondasi untuk meredam konflik yang berulang. Pelanggaran terhadap perjanjian semacam itu, menurut UEA, dapat membuka celah bagi penyebaran ketidakstabilan lintas batas.
Abu al-Duhur dalam Konteks Serangan Berkepanjangan
Serangan terhadap pangkalan Abu al-Duhur dilaporkan menjadi bagian dari rangkaian serangan udara yang menargetkan berbagai fasilitas dan situs militer di Suriah. UEA memandang tindakan ini sebagai pola yang berpotensi memperparah situasi keamanan di kawasan.
Rangkaian serangan tersebut, kata pernyataan, tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik tetapi juga meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di antara aktor-aktor regional. Kondisi demikian dinilai dapat memperumit upaya-upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.
Seruan kepada Komunitas Internasional
Abu Dhabi mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah-langkah yang efektif guna menghentikan serangkaian serangan yang menargetkan wilayah Suriah. UEA menyerukan diplomasi aktif dan penggunaan mekanisme internasional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Pemerintah UEA juga menyerukan penghentian segala bentuk eskalasi militer yang dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional. Pernyataan itu mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mencari solusi melalui jalur politik dan hukum internasional.
Potensi Dampak Regional
Para pengamat menilai bahwa berulangnya insiden militer di wilayah Suriah dapat memperburuk hubungan antara berbagai aktor regional dan internasional yang berkepentingan. Ketidakstabilan di Suriah dipandang sebagai faktor yang dapat mengganggu upaya pemulihan politik dan kemanusiaan.
Di tengah kondisi tersebut, UEA menyatakan komitmennya pada prinsip-prinsip hukum internasional dan seruan agar semua pihak bertindak dengan penuh tanggung jawab. Abu Dhabi menegaskan pentingnya koordinasi multilateral untuk mengurangi risiko konflik yang meluas.
Situasi di Lapangan dan Langkah Selanjutnya
Keterangan rinci mengenai kerusakan dan korban akibat serangan belum dipublikasikan secara menyeluruh, sehingga situasi lapangan masih terus dipantau oleh berbagai pihak. UEA menyatakan akan terus mengikuti perkembangan dan berkoordinasi dengan mitra internasional untuk merespons dampak kemanusiaan yang mungkin timbul.
Seruan UEA menjadi bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas untuk menekan praktik-praktik militer yang dianggap melanggar kedaulatan negara lain. Pengamat menyatakan bahwa respons internasional berikutnya akan menentukan arah perkembangan situasi di Suriah dan kawasan sekitarnya.





