Meta Sepakat Bayar 18 Miliar Dolar, Memanas Regulasi Tekan Saham dan Laba!

Jakarta, Maret.id — Meta setuju membayar ganti rugi sebesar 18 miliar dolar AS kepada penggugat yang menuduh perusahaan memicu penggunaan media sosial secara kompulsif di kalangan anak dan remaja.
Rincian Kesepakatan
Kesepakatan itu diumumkan oleh Meta pada Rabu (26/8/2026) dan akan dibayarkan selama sepuluh tahun ke depan.
Perusahaan menyatakan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk mendanai inisiatif keselamatan daring bagi kaum muda dan prioritas lain yang disampaikan oleh pihak negara bagian.
Tuntutan dan Gugatan
Gugatan yang berujung pada penyelesaian ini melibatkan jaksa agung dari 52 yurisdiksi, termasuk klaim yang diajukan oleh 29 negara bagian AS.
Para penggugat menuduh Meta mendorong penggunaan yang kompulsif, menyesatkan konsumen tentang keamanan platform, dan mengumpulkan data pribadi anak di bawah 13 tahun secara tidak semestinya.
Perubahan Operasional untuk Remaja
Sebagai bagian dari kesepakatan, Facebook dan Instagram diharuskan menerapkan batasan untuk pengguna di bawah 18 tahun, termasuk batas waktu dua jam per hari kecuali ada izin orang tua.
Akses juga akan dibatasi antara tengah malam hingga pukul 06.00, dan sebagian besar notifikasi akan dibisukan selama jam sekolah untuk mengurangi gangguan pada kegiatan belajar.
Meta akan menawarkan opsi feed non-algoritma bagi remaja, memungkinkan pengguna menonaktifkan putar otomatis dan menyembunyikan jumlah “suka” secara default.
Perusahaan juga berkomitmen memperkuat proses verifikasi usia dan kontrol orang tua yang lebih ketat, dan banyak langkah ini direncanakan berlaku selama sepuluh tahun ke depan.
Kompensasi dan Kondisionalitas
Meta menyebut akan menanggung sebagian dari penyelesaian dan menetapkan ketentuan bahwa 30 persen dari total, sekitar 5,3 miliar dolar AS, hanya dibayar jika pesaing seperti TikTok dan YouTube menerapkan proteksi serupa.
Langkah ini menunjukkan upaya koordinasi kebijakan lintas platform yang dimaksudkan untuk menstandarkan proteksi bagi pengguna muda.
Meta sebelumnya memperkirakan potensi eksposur finansial hingga 1,4 triliun dolar AS akibat gugatan tersebut, sementara negara-negara bagian meminta perubahan besar pada cara kerja Facebook dan Instagram.
Perusahaan tetap membantah adanya kesalahan yang disengaja, dengan CEO Mark Zuckerberg dan manajemen menegaskan upaya perlindungan anak-anak dan remaja selama ini.
Dampak Hukum dan Reaksi Publik
Meski kesepakatan ini mengakhiri beberapa tuntutan kolektif tingkat negara bagian, Meta dan platform lain masih menghadapi ribuan gugatan individu, keluarga, dan distrik sekolah.
Para penggugat dan sejumlah aktivis menilai penyelesaian ini sebagai langkah maju, namun kelompok lain meminta pengawasan lebih ketat dan penegakan yang konsisten.
Persetujuan akhir masih bergantung pada putusan pengadilan yang akan menilai syarat-syarat implementasi serta mekanisme pemantauan kepatuhan.
Jika disetujui, perubahan operasional dan alokasi dana tersebut dapat menjadi preseden penting dalam regulasi keselamatan anak di dunia maya.





