AS Serang Iran Lagi Memanas Harga Minyak Global dan Mengancam Pasokan Energi!

Jakarta, Maret.id — Pasukan Amerika Serikat kembali melakukan serangan terhadap sejumlah target yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran, yang menandai peningkatan ketegangan antara Washington dan Teheran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi itu dilaksanakan pada sekitar pukul 12.00 waktu Eastern Time dan dikabarkan bertepatan dengan laporan ledakan di beberapa lokasi pesisir Iran.
Pengumuman Militer AS
CENTCOM menjelaskan serangan itu merupakan respons atas dugaan upaya serangan IRGC terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz serta ancaman terhadap personel militer AS yang ditempatkan di kawasan tersebut.
Pernyataan resmi militer AS menegaskan bahwa target yang diserang terkait dengan infrastruktur dan kemampuan yang dinilai dipakai untuk menimbulkan ancaman bagi lalu lintas maritim internasional.
Serangkaian Ledakan dan Klaim Balasan
Di Washington, sejumlah laporan menyebutkan ledakan terdengar pada Selasa malam di Bandar Abbas, Sirik, dan Pulau Qeshm yang terletak di Teluk Persia.
Sementara itu, media semiresmi Iran melaporkan bahwa angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan rudal ke beberapa pangkalan yang menampung pasukan asing di kawasan, meskipun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Respons Tokoh Publik
Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, turut memberikan pernyataan di platform sosialnya, memperingatkan bahwa jika Iran melakukan pembalasan maka AS akan menanggapinya dengan kekuatan yang lebih besar.
Dalam unggahan lain, Trump menyatakan ancaman yang lebih besar masih “menunggu giliran” dan menyiratkan kemungkinan serangan berskala luas terhadap Republik Islam Iran bila eskalasi berlanjut.
Trump juga mengklaim dalam percakapan dengan sebuah media AS bahwa pasukan AS telah menonaktifkan sejumlah radar dan sistem yang berupaya dibangun kembali oleh Teheran.
Ia menambahkan bahwa kapal induk USS George Washington berada dalam status penuh kesiapan dan bahwa sekutu-sekutu di Teluk telah diberitahu sebelumnya tentang operasi militer yang dilakukan.
Ancaman Eskalasi dan Dampak Regional
IRGC sendiri memperingatkan bahwa Washington “akan menyesali” serangan-serangan terbaru, menurut laporan media Iran, menambah kekhawatiran akan siklus balasan yang dapat memperburuk situasi.
Para pengamat memperingatkan bahwa meningkatnya aksi militer di sekitar Selat Hormuz berisiko mengganggu jalur perdagangan global dan memicu respons berkepanjangan dari berbagai pihak regional dan internasional.
Situasi ini terjadi di tengah ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Iran dan AS terkait program militer dan aktivitas regional Teheran, dan memicu seruan dari sejumlah kalangan untuk menahan diri dan menurunkan eskalasi.
Hingga kini klaim-klaim dari kedua belah pihak belum dapat sepenuhnya diverifikasi secara independen, dan perkembangan selanjutnya dipantau ketat oleh pengamat keamanan internasional.





