Nicolas Maduro Minta Pengadilan AS Batalkan Dakwaan Narkoba, Memanas Hubungan AS

Jakarta, Maret.id — Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengajukan permohonan kepada hakim federal di New York untuk membatalkan dakwaan perdagangan narkoba dan narkoterorisme yang diajukan terhadapnya, menurut dokumen pengadilan yang beredar.
Permohonan Pembatalan Dakwaan
Tim hukum Maduro menyatakan pengadilan federal Amerika Serikat tidak memiliki yurisdiksi atas kasus yang menimpa klien mereka. Mereka berargumen bahwa Maduro diakui oleh Republik Bolivarian Venezuela sebagai kepala negara sehingga berhak atas kekebalan berdaulat.
Isi Argumen Hukum
Dalam dokumen pengadilan, pembela menegaskan gagasan bahwa tindakan yang terkait dengan posisi resmi presiden tidak dapat diproses di pengadilan asing. Pernyataan ini menjadi pusat sengketa karena menyentuh prinsip imunitas kepala negara di bawah hukum internasional.
Penahanan dan Tuduhan
Maduro, yang berusia 63 tahun, dan istrinya Cilia Flores dilaporkan ditahan tanpa jaminan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn, New York. Keduanya membantah semua tuduhan yang menyatakan mereka bekerja sama dengan kartel untuk menyelundupkan kokain.
Pernyataan Pemimpin Venezuela
Saat pembacaan dakwaan, Maduro menyatakan dirinya tidak bersalah dan menegaskan, “Saya orang yang terhormat. Saya masih presiden negara saya.” Pernyataan tersebut merefleksikan strategi politik dan hukum yang juga dimanfaatkan dalam upaya pembelaan.
Jadwal Persidangan dan Isu Imunitas
Seorang hakim federal telah menjadwalkan persidangan untuk dimulai pada 1 Juni 2027, langkah yang mempertegas jalannya proses hukum di pengadilan Amerika. Belum dapat dipastikan apakah pengadilan akan menerima argumen pembela mengenai imunitas berdaulat yang diajukan oleh tim hukum Maduro.
Potensi Hukuman dan Dampak
Jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan Amerika Serikat, Maduro menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup sesuai dakwaan yang dilayangkan kepadanya. Kasus ini diperkirakan akan menimbulkan ketegangan diplomatik dan memiliki implikasi signifikan bagi hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela.
Langkah Hukum Berikutnya
Para ahli hukum internasional dan pengamat akan mengikuti perkembangan pembelaan terkait klaim kekebalan kepala negara dan argumen yurisdiksi. Proses pengadilan diperkirakan melibatkan permintaan keterangan tambahan, sidang pra-persidangan, serta kemungkinan banding di pengadilan yang lebih tinggi.





