Penipuan Online Bikin Kunjungan Turis ke Kamboja Anjlok Hampir 50 Persen!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pariwisata Kamboja melaporkan bahwa pada tujuh bulan pertama 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hanya mencapai 1,99 juta orang, turun tajam 46 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Penurunan yang Signifikan
Laporan resmi menyebut penurunan hampir separuh itu sebagai salah satu penurunan paling tajam dalam beberapa tahun terakhir bagi sektor pariwisata Kamboja. Angka tersebut menjadi alarm bagi pemangku kebijakan yang tengah berupaya memulihkan arus wisatawan internasional.
Penyebab Utama Penurunan
Menteri Pariwisata Kamboja, Huot Hak, mengatakan sentimen negatif akibat jaringan penipuan daring yang diidentifikasi beroperasi di Kamboja turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk membatalkan atau menunda perjalanan. Selain itu, ketegangan di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand disebut menjadi faktor tambahan yang menurunkan minat berkunjung.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga disebut berdampak tidak langsung melalui kenaikan harga bahan bakar dan biaya perjalanan. Kondisi tersebut mempersempit daya beli dan preferensi perjalanan global, sehingga memukul destinasi yang masih dalam fase pemulihan pasca-pandemi.
Asal Wisatawan dan Dampak Regional
Dalam laporan kementerian, tiga negara penyumbang wisatawan terbesar pada Januari–Juli 2026 adalah China, Vietnam, dan Amerika Serikat. Penurunan kedatangan dari masing-masing pasar utama ini berkontribusi besar terhadap angka keseluruhan yang menyusut.
Sumber kunjungan dari kawasan regional seperti Vietnam menurun seiring pembatasan dan kekhawatiran keamanan lintas batas, sementara pasar jarak jauh seperti AS dan China juga terpengaruh oleh faktor ekonomi dan persepsi risiko. Para pelaku industri lokal kini berfokus pada strategi pemasaran dan promosi untuk membangkitkan kembali minat wisatawan dari negara-negara tersebut.
Strategi pemulihan yang tengah disusun mencakup peningkatan keamanan digital untuk menekan praktik penipuan daring dan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan lintas batas. Pemerintah Kamboja diharapkan menjalin koordinasi lebih erat dengan mitra regional guna meminimalkan gangguan terhadap arus wisatawan.
Pariwisata dalam Struktur Ekonomi Kamboja
Meskipun menghadapi banyak tantangan, pariwisata tetap ditempatkan sebagai salah satu dari empat pilar ekonomi utama Kamboja, berdampingan dengan pertanian, konstruksi dan properti, serta ekspor manufaktur pakaian jadi, alas kaki, dan barang perjalanan. Posisi ini menegaskan betapa pentingnya sektor pariwisata bagi penciptaan lapangan kerja dan penerimaan devisa negara.
Pada 2025, Kamboja berhasil mencatat kunjungan 5,57 juta wisatawan mancanegara dengan pendapatan kotor mencapai 3,87 miliar dolar AS, angka yang kini menjadi patokan dalam upaya pemulihan. Tekanan yang terjadi pada 2026 menunjukkan perlunya kebijakan yang adaptif serta dukungan finansial dan promosi untuk mengembalikan tingkat kunjungan ke level pra-krisis.
Industri perhotelan, operator tur, dan pelaku ekonomi kreatif yang bergantung pada wisatawan diperkirakan akan merasakan dampak langsung dalam beberapa bulan ke depan. Peningkatan kerjasama antara sektor publik dan swasta dinilai krusial untuk mengakselerasi program pemulihan dan menjaga stabilitas lapangan kerja di wilayah-wilayah yang bergantung pada kunjungan internasional.
Upaya jangka panjang yang direkomendasikan meliputi penguatan citra destinasi, penegakan hukum terhadap aksi penipuan, serta diversifikasi pasar sumber wisatawan. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat menyeimbangkan langkah mitigasi risiko dengan promosi yang agresif untuk mendongkrak kembali kepercayaan wisatawan global terhadap Kamboja.





