Dunia

Prabowo Tegaskan Peran BRICS, Memanas Konflik Geopolitik dan Tekan Dolar!

Jakarta, Maret.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan suara negara-negara Global South dalam menentukan arah pembangunan dunia saat berpidato pada sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Minggu (13/9/2026).

BRICS sebagai Pilar Suara Selatan Global

Menurut Presiden Prabowo, BRICS memiliki peran strategis untuk menyatukan dan memperkuat posisi negara-negara selatan global dalam agenda internasional. Ia menyampaikan bahwa koalisi negara-negara ini harus menjadi wadah yang efektif bagi negara berkembang untuk berbicara dan bernegosiasi di tingkat dunia.

Prabowo menggambarkan visi masa depan yang harus dibangun bersama, yaitu sebuah kondisi di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan mewujudkan kesejahteraan bagi generasi kini dan mendatang. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para pemimpin dunia dan delegasi multilateral yang hadir di forum puncak tersebut.

Agenda 2030 dan Tantangan Menuju 2030

Presiden mengingatkan bahwa masyarakat internasional tinggal empat tahun lagi menuju target Agenda 2030 untuk Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga upaya percepatan harus diprioritaskan. Ia menekankan bahwa komitmen global untuk mengentaskan kemiskinan, melindungi planet, dan memperkuat institusi harus terus dijalankan dengan langkah nyata.

Prabowo menyatakan bahwa pencapaian target dalam batas waktu tertentu bukanlah satu-satunya tolok ukur, karena Agenda 2030 seharusnya juga menjadi instrumen untuk menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang lebih setara. Dengan kata lain, tujuan pembangunan berkelanjutan harus memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan dan stabilitas negara-negara selatan.

Peran Negara Berkembang dalam Tata Dunia

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa negara-negara Global South berhak didengar bukan hanya untuk mempercepat pelaksanaan Agenda 2030 tetapi juga untuk menentukan arah masa depan pasca-2030. Ia menyerukan agar forum seperti BRICS memberi ruang lebih besar bagi kontribusi dan kepemimpinan negara-negara berkembang dalam proses pembuatan kebijakan global.

Prabowo menekankan perlunya kerja sama konkret di bidang pembiayaan pembangunan, transfer teknologi, dan penguatan kapasitas institusi supaya negara-negara berkembang dapat mengejar ketertinggalan. Selain itu, ia menyatakan bahwa kebijakan internasional harus dirumuskan dengan mempertimbangkan konteks sosial-ekonomi yang berbeda di antara negara-negara anggota.

Isu Keberlanjutan dan Keadilan Global

Presiden juga menyinggung pentingnya keberlanjutan yang inklusif sebagai landasan pembangunan jangka panjang bagi semua negara. Prabowo menilai bahwa pendekatan keberlanjutan harus disertai tindakan untuk memastikan kesejahteraan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa ketahanan terhadap guncangan ekonomi dan iklim harus dilihat sebagai elemen krusial agar negara-negara berkembang tidak tertinggal. Pesan ini disampaikan sebagai dorongan bagi komunitas internasional untuk memperkuat mekanisme solidaritas dan kerja sama multilateral.

Pernyataan Presiden Prabowo pada KTT BRICS 2026 menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian dari upaya kolektif negara berkembang untuk memperjuangkan keadilan dalam tatanan global. Forum tersebut dipandang sebagai platform penting untuk merumuskan langkah bersama yang dapat menjawab tantangan pembangunan abad ke-21 dan memastikan suara negara-negara selatan lebih berpengaruh dalam pengambilan keputusan internasional.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button