Putin Klaim Minat Dunia ke BRICS Melejit, Pasar Energi dan Dolar Terguncang!

Jakarta, Maret.id — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan minat internasional terhadap BRICS terus meningkat karena nilai dan pendekatan independen kelompok itu menarik negara-negara di seluruh dunia.
Keterangan itu disampaikan Putin pada sesi BRICS Outreach/BRICS Plus yang menutup Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 di New Delhi, India, pada Minggu, 13 September 2026. Pernyataan tersebut menegaskan posisi BRICS sebagai forum yang semakin relevan dalam tatanan internasional.
Pesan Utama dari Sesi Penutupan
Putin menekankan bahwa nilai dan cita-cita dasar BRICS — termasuk komitmen terhadap jalur yang independen dan otonom — menjadi daya tarik bagi banyak negara. Dia juga menyebut penyelesaian masalah secara kolektif berdasarkan hukum internasional dan ketentuan utama Piagam PBB sebagai prinsip panduan kelompok.
Perkembangan Keanggotaan
Para pemimpin mencatat bahwa keanggotaan BRICS telah berkembang jauh dari kelima negara pendiri yakni Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Selain itu, BRICS memperkenalkan kategori negara mitra untuk mengakomodasi negara yang ingin memperkuat kerja sama tanpa menjadi anggota penuh.
Dampak Ekonomi dan Statistik
Menurut Putin, perdagangan antarnegara anggota BRICS telah mencapai 1,2 triliun dolar AS dan negara-negara itu berkontribusi signifikan terhadap perdagangan serta pertumbuhan ekonomi global. Dia menyebut mereka menyumbang hampir seperempat dari ekspor global dan sekitar 49 persen dari pertumbuhan PDB dunia.
BRICS juga dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan rantai produksi, teknologi, layanan, dan pembukaan pasar baru. Putin menegaskan bahwa potensi pengembangan kelompok ini masih jauh dari habis.
Inisiatif Pembayaran dan Infrastruktur
Dalam pidatonya, Putin mendorong pertimbangan atas proposal Rusia untuk membangun infrastruktur pembayaran dan sistem penyelesaian-penyimpanan khusus BRICS. Ia juga mengusulkan pembentukan mekanisme reasuransi dan bursa komoditas, termasuk bursa biji-bijian, untuk mengokohkan kerja sama ekonomi internal.
Langkah-langkah praktis ke arah integrasi juga sudah diambil oleh beberapa entitas keuangan pada malam sebelum KTT. Dana Investasi Langsung Rusia bersama BRICS Pay dan platform pembayaran India sepakat menjajaki integrasi sistem serta menyiapkan proyek percontohan untuk pembayaran lintas batas.
Langkah Selanjutnya dan Tantangan
Meski ada kemajuan, mekanisme pembayaran terintegrasi untuk seluruh grup belum sepenuhnya diluncurkan dan masih dalam tahap evaluasi. Deklarasi dari pertemuan menegaskan bahwa Gugus Tugas Pembayaran BRICS akan terus mencari solusi praktis untuk transaksi lintas batas.
Sebagai penutup, para pemimpin menempatkan BRICS sebagai salah satu kekuatan pendorong multilateralisme sejati serta pembentukan tatanan dunia multipolar yang lebih adil. Dinamika dan inisiatif yang lahir dari pertemuan ini dipandang akan menentukan peran kawasan dan negara-negara anggota dalam perekonomian global ke depan.





