China siapkan prosedur identifikasi korban banjir bandang Nepal, memanas ketegangan regional!

Jakarta, Maret.id — China telah memberitahukan sejumlah kedutaan asing mengenai prosedur pengambilan sampel DNA dari keluarga warga negara asing yang hilang menyusul banjir bandang dan longsor maut di perbatasan Nepal-Tibet pada bulan lalu. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya identifikasi korban dan koordinasi lintas negara di wilayah Daerah Otonomi Xizang, yang dikenal juga sebagai Tibet.
Operasi Pencarian dan Identifikasi di Xizang
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa otoritas setempat terus melanjutkan operasi pencarian dan identifikasi di kawasan terdampak. Menurut Guo, pihak berwenang telah menghubungi kedutaan besar negara-negara yang warganya dilaporkan hilang untuk memberi penjelasan tentang mekanisme pengambilan sampel DNA dari keluarga korban.
Pihak China menegaskan bahwa jika jenazah warga negara asing ditemukan dan identitasnya telah dipastikan, kedutaan terkait akan segera diberitahu tentang pengaturan penanganan jenazah dan prosedur selanjutnya. Selain itu, otoritas Xizang membuka saluran hotline guna memfasilitasi keluarga korban yang mencari informasi mengenai kerabat mereka.
Data dan Kondisi di Nepal
Di sisi Nepal, otoritas nasional melaporkan angka korban yang terus berubah akibat kondisi lapangan yang sulit dan akses terbatas ke daerah pegunungan. Laporan resmi terakhir dari otoritas pengurangan dan manajemen risiko bencana Nepal mencatat 1.385 orang tewas dan 5.130 orang dinyatakan hilang.
Pihak berwenang juga melaporkan bahwa 13.676 orang telah diselamatkan sejak awal bencana, sementara 21.022 personel keamanan dikerahkan untuk operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan. Angka korban yang dinyatakan hilang termasuk di antaranya 587 wisatawan asing, namun jumlah ini masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.
Tantangan Identifikasi dan Koordinasi Internasional
Proses identifikasi korban di medan yang terjal dan wilayah terpencil menghadirkan tantangan logistik dan teknis, terutama dalam hal pengambilan dan analisis sampel DNA. Koordinasi antara pihak China, pemerintah Nepal, dan kedutaan negara lain menjadi krusial untuk memastikan proses identifikasi berjalan cepat dan akurat.
Selain masalah teknis, aspek kemanusiaan seperti pemberitahuan kepada keluarga, pengaturan pemulangan jenazah, dan penghormatan terhadap kebiasaan agama juga menjadi perhatian utama. Kedutaan dan badan konsuler diharapkan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memberikan dukungan konsuler dan memfasilitasi proses administratif yang diperlukan.
Upaya Bantuan dan Pemulihan
Relief darurat dan logistik terus difokuskan pada penyelamatan korban yang masih hidup serta memberi bantuan bagi ribuan pengungsi yang terkena dampak. Organisasi kemanusiaan dan tim SAR berupaya menyalurkan kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, dan layanan medis ke daerah terdampak meskipun kondisi medan menghambat mobilitas.
Pembangunan kembali infrastruktur dan pemulihan jangka panjang akan membutuhkan waktu serta dukungan internasional yang lebih luas, mengingat kerusakan yang meluas di beberapa kawasan pegunungan. Pemerintah setempat didorong untuk memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi risiko bencana guna mengurangi dampak kejadian serupa di masa mendatang.
Pihak berwenang menyatakan bahwa pembaruan informasi akan terus disampaikan seiring perkembangan proses pencarian, identifikasi, dan pemberian bantuan. Masyarakat internasional dan keluarga korban diharapkan tetap memantau saluran resmi untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terbaru mengenai perkembangan situasi.





