Dunia

AS Kehilangan Komponen F

Jakarta, Maret.id — Amerika Serikat dilaporkan kehilangan sejumlah komponen pesawat tempur siluman F-35 yang awal tahun ini dikirim dari Australia dan diduga dialihkan ke tujuan yang tidak semestinya. Insiden ini memicu penyelidikan bersama antara otoritas Australia, Amerika Serikat, dan industri pertahanan terkait untuk melacak dan memulihkan suku cadang yang hilang tersebut.

Peristiwa pengalihan pengiriman

Pengalihan pengiriman terjadi ketika barang yang seharusnya menuju fasilitas di AS tiba-tiba diarahkan ke Hong Kong, meski barang tersebut diklasifikasi tidak layak pakai untuk pemasangan. Komponen-komponen itu diangkut oleh operator pihak ketiga atas nama produsen utama program, dan tidak langsung ditemukan berbulan-bulan setelah kejadian.

Penegasan pemerintah Australia

Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyatakan Canberra aktif bekerja sama dengan mitra AS dan pabrikan untuk menginvestigasi peran pihak Australia dalam insiden ini. Marles menegaskan bahwa komponen yang hilang dianggap bukan komponen sensitif, namun ia mengimbuhkan bahwa rincian teknis lebih tepat diklarifikasi oleh otoritas AS dan produsen.

Respons Pentagon dan manajemen program

Kantor Program Gabungan F-35 di Pentagon mengakui adanya masalah pengiriman dan menyatakan sedang berkoordinasi dengan otoritas AS serta mitra industri untuk memulihkan komponen yang hilang. Sementara itu, Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mulai meninjau kasus ini dan pejabat pertahanan serta departemen luar negeri dilaporkan telah menggelar pengarahan kepada staf kongres sejak Juni.

Dampak insiden ini menyoroti kerentanan dalam rantai pasokan global untuk program F-35 yang sangat luas. Suku cadang rutin berpindah antara pangkalan, gudang regional, dan fasilitas perbaikan dengan koordinasi yang sebagian besar dikelola oleh kontraktor utama atas nama Pentagon.

Potensi risiko dan temuan audit sebelumnya

Laporan audit sebelumnya oleh Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS (GAO) pada Mei 2023 mengungkapkan bahwa hilangnya suku cadang bukan kejadian tunggal, dan salah satu kontraktor utama mencatat hilangnya lebih dari satu juta bagian dengan nilai miliaran rupiah sejak 2018. GAO juga mencatat bahwa tinjauan internal atas kasus-kasus tersebut masih terbatas dan militer belum memiliki sistem komprehensif untuk melacak lokasi, jumlah, dan biaya suku cadang yang tersimpan dalam jaringan global yang dikelola kontraktor.

Isu persediaan ini menjadi bagian dari tantangan yang lebih luas terhadap program F-35, yang merupakan program senjata terbesar Pentagon. Selain masalah rantai pasokan, program ini selama bertahun-tahun menghadapi tekanan berupa kenaikan biaya, kekurangan suku cadang dan perawatan, penundaan peningkatan, serta kesulitan memenuhi target kesiapan operasional.

Langkah perbaikan yang diharapkan mencakup peningkatan pengawasan terhadap pengiriman internasional, audit logistik yang lebih ketat, dan kolaborasi lebih intensif antara pemerintah dengan industri untuk memastikan akuntabilitas. Hingga kini, upaya pengembalian dan identifikasi lebih lanjut masih berlangsung dengan intensitas tinggi, sementara otoritas terkait berupaya menjelaskan lebih rinci peran setiap pihak dalam rantai pasokan yang rumit tersebut.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button