Selat Hormuz Memanas: 3 Tanker Diserang dalam 4 Hari, Harga Minyak Melejit!

Jakarta, Maret.id — Serangkaian serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz dilaporkan meningkat dalam beberapa hari terakhir, menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan pelayaran dan pasokan energi global.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyampaikan bahwa sedikitnya tiga kapal dilaporkan terkena proyektil tak dikenal sejak 1 Oktober 2026 melalui beberapa peringatan keselamatan pelayaran.
Pada Sabtu (3/10/2026) pagi, sebuah kapal tanker minyak mentah dilaporkan terkena serangan pada sisi kiri kapal sekitar empat mil laut sebelah timur Oman. Insiden itu terjadi setelah dua kejadian serupa pada Jumat yang melibatkan kapal-kapal komersial di lokasi berdekatan.
Serangan dan laporan internasional
Dalam salah satu insiden pada Jumat, satu kapal yang sedang meninggalkan kawasan mengalami kebakaran kecil dan dilaporkan kehilangan aliran listrik sementara. Kapal tanker minyak mentah lain juga tercatat menjadi sasaran serangan di perairan yang sama, menambah kekhawatiran terhadap pola serangan yang semakin sering.
Sehari sebelumnya, sebuah supertanker yang dikabarkan membawa sekitar 2,5 juta barel minyak mengalami kebakaran setelah terkena serangan di lepas pantai Oman, menurut laporan yang beredar di media regional. Media Iran kemudian melaporkan bahwa kapal tersebut diduga berada pada jalur yang tidak diizinkan ketika insiden terjadi, namun informasi independen mengenai rute dan kondisi kapal belum sepenuhnya terverifikasi.
Klaim pihak Teheran
Media pemerintah Iran, mengutip Persian Gulf Strait Authority, menyebut bahwa tujuh kapal tanker menjadi sasaran dalam rentang waktu lima hari terakhir. Otoritas tersebut secara khusus menyorot kapal dengan nama AL RUWAIS, SINBAD, dan MERSIN PROSPERITY yang disebut berulang kali dianggap melanggar aturan pelayaran setempat.
Teheran mengklaim bahwa ketiga kapal itu dimiliki atau disewa oleh entitas dari Uni Emirat Arab (UEA), dan menuduh ada kapal yang mematikan sistem pelacakan ketika memasuki Selat Hormuz. Stasiun televisi pemerintah IRIB juga melaporkan ledakan pada sebuah kapal tanker di perairan Selat Hormuz, dengan keterangan bahwa kapal tersebut diduga melanggar regulasi dan mematikan transponder.
Peringatan dan ancaman Iran
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin Iran berisiko menjadi sasaran tindakan. Ia menyatakan kapal-kapal yang melanggar aturan dapat menghadapi serangan atau menabrak ranjau, menurut kutipan yang disiarkan media pemerintah.
Pernyataan tersebut menambah ketegangan di jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu keluar masuk produksi minyak mentah negara-negara Teluk dan jalur transpor global. Ancaman semacam itu meningkatkan tekanan pada perusahaan pelayaran internasional untuk mengambil langkah mitigasi, termasuk perubahan rute atau peningkatan prosedur keamanan.
Dampak terhadap pelayaran dan pasar energi
Kejadian berulang di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran bahwa keselamatan kapal komersial akan terus terancam jika situasi tidak mereda, mengingat peran krusial selat tersebut bagi aliran minyak dunia. Rute alternatif yang lebih panjang atau biaya asuransi yang melonjak berpotensi menambah tekanan pada harga energi global jika gangguan berlanjut dalam jangka waktu lebih panjang.
Pihak berwenang maritim internasional dan angkatan laut sejumlah negara diperkirakan akan terus memantau situasi dan mengeluarkan peringatan navigasi untuk kapal-kapal yang melintasi kawasan. Hingga kini, beberapa klaim dan laporan belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh sumber netral, sehingga investigasi lanjutan diperlukan untuk menentukan penyebab dan pelaku serangan.
Para operator kapal dan perusahaan asuransi didorong untuk mengikuti arahan UKMTO serta otoritas maritim setempat dan mengutamakan protokol keselamatan. Pihak-pihak internasional yang memiliki kepentingan di kawasan juga diharapkan menempuh jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan dan menjamin kebebasan serta keselamatan pelayaran di perairan yang strategis tersebut.





