Jumlah perokok di Inggris anjlok, menekan pendapatan negara dan ekspor tembakau!

Jakarta, Maret.id — Data terbaru Office for National Statistics (ONS) Inggris menunjukkan bahwa pada 2025 kurang dari satu dari sepuluh orang dewasa di Inggris merokok, proporsi terendah yang pernah tercatat. Temuan ini memperlihatkan kelanjutan tren penurunan jangka panjang dalam prevalensi merokok di negara tersebut.
ONS memperkirakan sekitar 4,9 juta orang berusia 18 tahun ke atas atau 9,8 persen dari populasi merokok pada 2025, turun dari 10,6 persen pada 2024 menurut Survei Populasi Tahunan. Penurunan ini menandai pergeseran signifikan sejak data awal survei pada 2011.
Tren Penurunan Merokok
Proporsi perokok aktif turun sebesar 10,4 poin persentase sejak 2011 ketika angka itu berada di 20,2 persen. Penurunan tersebut menunjukkan perubahan kebiasaan merokok di kalangan orang dewasa Inggris selama lebih dari satu dekade.
Kelompok usia 45 hingga 54 tahun tercatat memiliki proporsi perokok aktif tertinggi pada 2025, yakni 12,4 persen. Sementara itu, kelompok usia 18 hingga 24 tahun mencatat penurunan terbesar dalam prevalensi merokok antara 2011 dan 2025, dari 25,7 persen menjadi 7,2 persen.
Kenaikan Penggunaan Rokok Elektronik
Data terpisah ONS menunjukkan penggunaan rokok elektronik tetap meluas, dengan sekitar 5,4 juta orang berusia 16 tahun ke atas atau 9,9 persen menggunakan perangkat itu setiap hari atau sesekali pada 2025. Angka ini relatif stabil dibandingkan dengan 10,0 persen pada 2024, namun masih lebih tinggi dibandingkan 6,4 persen pada 2020.
Penggunaan rokok elektronik tertinggi dilaporkan pada kelompok usia 25 hingga 34 tahun, di mana 16,4 persen melaporkan pemakaian setiap hari atau sesekali pada 2025. Tren ini menempatkan kelompok usia 25–34 melampaui kelompok 16–24 sebagai pengguna rokok elektronik terbanyak.
Kebijakan Pemerintah dan Dampak Publik
Temuan ONS muncul di tengah langkah kebijakan pemerintah Inggris yang bertujuan memperketat akses generasi muda terhadap produk tembakau. Berdasarkan Undang-Undang Tembakau dan Rokok Elektronik 2026, mulai 1 Januari 2027 penjualan produk tembakau kepada siapa pun yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2009 akan ilegal.
Pemerintah menyatakan aturan tersebut dirancang untuk mengurangi jumlah perokok baru dan menurunkan dampak kesehatan terkait tembakau di masa depan. Para pakar kesehatan menyambut baik penurunan prevalensi merokok tetapi memperingatkan perlunya pengawasan terhadap pergeseran penggunaan ke rokok elektronik.
ONS menyoroti bahwa meskipun merokok konvensional menurun, penggunaan produk nikotin alternatif tetap menjadi isu penting bagi kebijakan kesehatan masyarakat. Ke depannya, pengurangan merokok tradisional dan pengelolaan penggunaan rokok elektronik diprediksi akan menjadi fokus utama strategi kesehatan publik Inggris.





