Houthi gempur Bandara Riyadh, Memanas ketegangan Teluk dan ancam pasokan minyak global!

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk keras serangan yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai ratusan warga sipil. Pernyataan itu disampaikan Guterres pada Minggu sebagai respons atas insiden yang memicu keprihatinan luas dari komunitas internasional.
Kecaman Terhadap Serangan yang Menargetkan Sipil
Guterres menyatakan keterkejutannya atas serangan yang mengenai fasilitas publik dan menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar. Menurutnya, tindakan yang secara sengaja mengincar warga non-kombatan atau infrastruktur sipil merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
Penegasan Pelanggaran Hukum Internasional
Dalam pernyataan resmi, Sekretaris Jenderal PBB menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil “melanggar hukum internasional” dan harus segera dihentikan. Guterres mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk eskalasi militer di kawasan tersebut.
Seruan untuk Menghentikan Kekerasan
Pimpinan badan dunia itu juga mengimbau agar konflik tidak meluas dan agar jalur bantuan kemanusiaan tetap terbuka bagi warga sipil yang terdampak. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah untuk melindungi non-kombatan dan memastikan akses bantuan darurat.
Guterres meminta penyelidikan menyeluruh dan akuntabilitas atas serangan yang menimbulkan korban sipil, serta menegaskan perlunya tindakan untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Pernyataan tersebut merefleksikan kekhawatiran PBB mengenai dampak konflik bersenjata terhadap populasi sipil.
Reaksi internasional terhadap kejadian ini turut terfokus pada kebutuhan untuk meredam ketegangan regional dan menjaga keselamatan warga sipil. Sejumlah negara dan organisasi internasional sebelumnya juga menyerukan penghormatan terhadap norma-norma hukum internasional dalam konflik bersenjata.
Sementara itu, dampak langsung serangan terhadap operasi bandara dan layanan sipil di Riyadh masih menjadi perhatian karena gangguan terhadap transportasi, keselamatan, dan layanan darurat. Pihak berwenang di Arab Saudi bekerja untuk menilai kerusakan dan menangani kebutuhan korban.
Pernyataan Sekretaris Jenderal PBB ini datang di tengah dinamika politik dan militer yang kompleks di kawasan Timur Tengah, di mana serangkaian insiden dan eskalasi berkepanjangan berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan. Guterres menekankan bahwa langkah-langkah de-eskalasi dan perlindungan sipil harus menjadi prioritas bagi semua pihak.
Komunitas internasional diharapkan terus memantau perkembangan dan mendukung upaya diplomasi untuk meredam ketegangan. Upaya internasional juga diarahkan untuk memastikan bantuan kemanusiaan mencapai mereka yang membutuhkan dan untuk mengupayakan solusi politik jangka panjang guna mengakhiri siklus kekerasan.





