Dunia

Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air Sungai Nil, Memanas Ketegangan Regional!

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan Indonesia terhadap upaya Mesir untuk mengamankan hak atas air Sungai Nil saat menerima kunjungan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Pertemuan di Istana Merdeka

Pertemuan kedua kepala negara berlangsung dalam suasana diplomasi bilateral yang menekankan kepentingan bersama dan kerja sama internasional. Delegasi kedua pihak membahas sejumlah isu strategis termasuk keamanan sumber daya air dan kerja sama ekonomi.

Sikap Indonesia soal Hak Air

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional untuk menjamin kepastian akses suatu bangsa terhadap sumber air. Ia menyatakan kekhawatiran apabila ada upaya yang dapat mengurangi hak suatu negara atas pasokan air yang vital bagi kehidupan warga dan sektor pertanian.

Presiden Prabowo menyampaikan harapan agar semua pihak meningkatkan kepentingan bersama di kawasan dan menegaskan dukungan Indonesia terhadap langkah-langkah Mesir untuk mengamankan hak-hak airnya. Pernyataan tersebut menegaskan posisi Jakarta sebagai pendukung penyelesaian sengketa melalui mekanisme hukum dan dialog.

Isu Bendungan Renaisans Besar Ethiopia (GERD)

Pertemuan itu juga mengangkat persoalan terkait pembangunan Bendungan Renaisans Besar Ethiopia atau Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) di Sungai Nil Biru. Mesir mengkhawatirkan bahwa pengisian dan pengoperasian bendungan itu berpotensi mengurangi pasokan air yang menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat dan kegiatan pertanian di negara tersebut.

Di sisi lain, Ethiopia memandang proyek bendungan sebagai inisiatif strategis untuk menghasilkan listrik dan mendorong pembangunan nasional, sementara negara-negara hilir menuntut kepastian hukum dan mekanisme operasional yang transparan. Mesir, sebagaimana dikemukakan dalam pembicaraan, masih menginginkan kesepakatan yang mengikat secara hukum mengenai tata cara pengisian dan pengoperasian bendungan, terutama dalam menghadapi kondisi kekeringan.

Implikasi Regional dan Peran Diplomasi

Ketidakpastian atas pengisian dan pengoperasian GERD berpotensi menimbulkan ketegangan lintas-negara di kawasan hilir Sungai Nil dan berdampak pada stabilitas pangan dan air. Pernyataan dukungan Indonesia dipandang sebagai panggilan bagi dialog multilateral yang menghormati hukum internasional dan mengedepankan solusi win-win bagi negara-negara terkait.

Diplomasi seperti yang ditunjukkan dalam kunjungan ini membuka peluang bagi keterlibatan lebih luas aktor internasional untuk memfasilitasi negosiasi teknis dan hukum, termasuk mekanisme mitigasi risiko kekeringan. Indonesia, melalui pesan yang disampaikan Presiden Prabowo, mendorong agar seluruh pihak fokus pada kepentingan bersama dan pencarian formula yang dapat menjaga keamanan pasokan air sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah terkait.

Presiden Abdel Fattah el-Sisi menerima penegasan tersebut dan menekankan pentingnya dukungan internasional dalam upaya Mesir memperoleh jaminan atas sumber daya air strategis. Kedua negara sepakat untuk melanjutkan dialog bilateral dan mempertimbangkan langkah-langkah diplomatik yang dapat memperkuat posisi negosiasi di forum regional dan internasional.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button