Inggris Tuduh Teheran Terlibat Insiden Pangkalan Udara, Memanas Pasar Energi!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras pernyataan yang mengaitkan dugaan rencana penyerangan terhadap pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) dengan koordinasi dari Iran, setelah pernyataan dari politikus Inggris Andy Burnham menimbulkan kontroversi. Pernyataan kecaman tersebut disampaikan pada Senin, 12 Oktober 2026.
Isi Kecaman dari Teheran
Kementerian Luar Negeri Iran menilai tuduhan itu sebagai sebuah upaya untuk menggerakkan kampanye anti-Iran yang tidak berdasar. Pernyataan resmi menuduh pihak yang membuat klaim berusaha mengalihkan perhatian dan menghindari tanggung jawab atas keterlibatan Inggris dalam operasi militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Teheran juga menyoroti kata-kata yang dipilih dalam tuduhan tersebut, menyebut penggunaan istilah seperti “sangat mungkin” dan “hampir pasti” sebagai trik retoris. Kementerian mengatakan langkah itu tampak dirancang untuk memberi kesan kredibilitas terhadap klaim yang belum diverifikasi.
Pernyataan Andy Burnham
Andy Burnham dikategorikan sebagai Wali Kota Greater Manchester dalam pemberitaan Indonesia dan Inggris, bukan sebagai Perdana Menteri, sehingga referensi sebelumnya yang menyebutnya sebagai pimpinan pemerintahan pusat dinilai tidak akurat. Burnham, sebagaimana dilaporkan di sejumlah media, sempat menyatakan bahwa dugaan rencana yang menargetkan RAF kemungkinan besar “dikoordinasikan di Iran” dan menuding keterlibatan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Pernyataan politikus tersebut memicu respons cepat dari pemerintah Iran dan menambah ketegangan wacana publik mengenai asal-usul dugaan ancaman. Hingga laporan ini disusun, otoritas Inggris tidak segera memberikan klarifikasi lanjutan mengenai pernyataan Burnham itu.
Rincian Penangkapan di Sekitar RAF Fairford
Insiden yang memicu pernyataan itu berawal pada 27 September ketika polisi Inggris menahan lima orang di dekat Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Fairford di Gloucestershire. Kelima tersangka berusia dua puluhan dan ditangkap atas dugaan pelanggaran terkait bahan peledak dan terorisme setelah laporan mengenai tiga van yang terlihat menuju pangkalan tersebut.
Pangkalan RAF Fairford selama ini diketahui digunakan oleh pasukan Amerika Serikat untuk operasi udara yang berkaitan dengan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Setelah pemeriksaan terhadap barang-barang di dalam van dan penyelidikan terhadap alamat-alamat yang terkait, kelima orang tersebut dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya.
Potensi Implikasi Diplomatik
Pengaitan langsung dugaan rencana serangan dengan negara tertentu dapat memperkeruh hubungan diplomatik antara Inggris dan Iran jika klaim tidak ditangani secara hati-hati. Analis keamanan menyatakan bahwa tuduhan tanpa bukti publik yang kuat berisiko memicu reaksi politik dan media yang intens, serta menambah ketegangan regional.
Sementara itu, pihak kepolisian Inggris menegaskan fokus mereka pada aspek penegakan hukum dan keselamatan publik, tanpa serta-merta mengonfirmasi keterlibatan aktor negara tertentu dalam kasus yang bersangkutan. Proses penyelidikan kriminal tetap berjalan sesuai prosedur, kata pernyataan kepolisian.
Kejadian ini menjadi pengingat akan sensitivitas tuduhan terkait aksi terorisme yang melibatkan aset militer asing, dan perlunya verifikasi fakta yang cermat sebelum menyebarluaskan klaim yang berpotensi berdampak pada kebijakan luar negeri serta keamanan masyarakat.





