Serangan fasilitas Aramco memanas, ancaman Houthi dan Arab Saudi ganggu pasokan minyak!

Jakarta, Maret.id — Ketegangan antara Kerajaan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman kembali memuncak pada Selasa (13/10/2026), ditandai oleh ancaman balasan dan serangan yang menyasar pusat-pusat kota serta fasilitas energi penting.
Rapat Kabinet dan Pernyataan Riyadh
Pemerintah Arab Saudi menggelar rapat kabinet di Riyadh yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk membahas lonjakan serangan terhadap wilayahnya.
Dalam pertemuan itu, Riyadh menegaskan kelompok yang melakukan serangan akan menghadapi konsekuensi serius dan meneguhkan komitmen untuk menjaga stabilitas nasional.
Pemerintah juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah militer Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman dan menekankan tanggung jawab untuk melindungi jalur pelayaran internasional.
Upaya tersebut disebut mencakup peningkatan patroli dan koordinasi keamanan di perairan Laut Merah serta Selat Bab al-Mandab untuk memastikan arus perdagangan maritim tetap aman.
Respons dan Ancaman Balasan dari Houthi
Pihak Houthi merespons dengan peringatan keras melalui juru bicara militer mereka, yang menuturkan bahwa segala aksi militer yang menargetkan ibu kota Sanaa akan dibalas secara sengit.
Kelompok itu juga mengidentifikasi sejumlah lokasi strategis di wilayah Kerajaan sebagai potensi sasaran, termasuk fasilitas milik perusahaan energi besar dan infrastruktur transportasi utama.
Pernyataan tersebut menegaskan pola eskalasi yang telah terlihat selama beberapa periode konflik, di mana serangan lintas-perbatasan terhadap instalasi strategis menjadi bagian dari tekanan militer.
Klaim target terhadap fasilitas energi menambah kekhawatiran atas dampak jangka panjang terhadap pasokan dan stabilitas industri minyak di kawasan.
Kerusakan Langsung dan Langkah Keamanan
Badan pertahanan sipil di Riyadh melaporkan puing dua rudal jelajah yang berhasil dicegat jatuh dan menyebabkan kerusakan pada 15 rumah warga, serta melukai empat orang termasuk dua wanita dan seorang anak.
Insiden ini memicu kepanikan di area pemukiman dan memaksa pihak berwenang melakukan evakuasi serta pemeriksaan lokasi dampak untuk memastikan keselamatan publik.
Di kawasan timur, gedung administrasi perusahaan energi besar di Dhahran dilaporkan terkena serangan yang memicu kebakaran pada Selasa malam, menimbulkan kerugian material dan menambah tekanan terhadap fasilitas kritis.
Koalisi yang beroperasi di wilayah tersebut menyatakan telah mencegat gelombang rudal dan pesawat tanpa awak di beberapa wilayah timur dan selatan, termasuk satu rudal balistik yang diklaim diarahkan pada pusat administrasi di Al-Ahsa.
Implikasi Keamanan Regional
Eskalasi ini dipandang sebagai ancaman serius terhadap keamanan regional dan stabilitas jalur perdagangan internasional yang melintasi Laut Merah.
Para pengamat menilai bahwa peningkatan serangan terhadap infrastruktur energi dapat memperburuk ketegangan antara aktor-aktor kawasan dan berpotensi menarik intervensi lebih luas.
Pemerintah Saudi menekankan kesiapan untuk mengambil tindakan lebih lanjut guna melindungi warganya dan aset strategisnya, sementara seruan diplomasi tetap penting untuk meredam potensi konflik yang lebih besar.
Situasi dipantau ketat oleh berbagai pihak karena risiko gangguan terhadap pasokan energi global dan dampak kemanusiaan di wilayah yang terdampak masih berlanjut.





