Tambang emas runtuh di Kolombia memanas pasar emas global, 14 orang tewas!

Jakarta, Maret.id — Sedikitnya 14 orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka setelah terjadi runtuhan di sebuah tambang emas terbuka di wilayah barat daya Kolombia.
Tambang yang mengalami kecelakaan berada di sepanjang Sungai Iscuande, di kawasan administratif Santa Bárbara de Iscuande, departemen Nariño, yang terletak di wilayah pesisir Pasifik negara itu. Lokasi tambang tersebut dikenal sebagai area dengan aktivitas penambangan skala kecil hingga menengah yang kerap berisiko tinggi karena kondisi tanah yang labil.
Konfirmasi Korban dan Penanganan
Alex González, Sekretaris Perdamaian dan Hak Asasi Manusia Departemen Nariño, menyatakan kepada pihak berwenang setempat bahwa 14 korban tewas telah dikonfirmasi dan bahwa upaya penanganan darurat sedang berlangsung. González menambahkan bahwa 13 jenazah ditemukan di wilayah Santa Bárbara de Iscuande, sementara satu jenazah lainnya ditemukan di wilayah Guapi, yang masuk dalam departemen Cauca.
Evakuasi dan Perawatan Medis
Menurut keterangan resmi, terdapat tujuh orang yang mengalami luka-luka akibat runtuhan tersebut, dan empat di antaranya dalam kondisi serius sehingga memerlukan evakuasi cepat. Kantor Gubernur Nariño berkoordinasi dengan Divisi III Angkatan Darat Kolombia untuk melakukan evakuasi udara terhadap korban yang kritis menuju kota Tumaco agar dapat memperoleh perawatan medis lebih lanjut.
Tim kesehatan di Tumaco dilaporkan menyiapkan fasilitas untuk menerima korban yang dievakuasi, termasuk persiapan penanganan darurat dan perawatan intensif sesuai kebutuhan. Proses evakuasi dan rujukan pasien terus dilakukan sambil tim medis menilai kondisi setiap korban untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya.
Proses Pencarian dan Investigasi
Pihak berwenang melaporkan bahwa kecelakaan terjadi ketika sebagian area tambang terbuka runtuh dan menimbun para pekerja yang sedang berada di lokasi, sehingga memicu operasi pencarian dan penyelamatan yang intensif. Selain upaya evakuasi dan perawatan, aparat setempat juga telah memulai penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti runtuhan serta menilai apakah ada pelanggaran prosedur keselamatan atau faktor lingkungan yang memicu insiden.
Operasi di lokasi dilaksanakan oleh tim SAR lokal yang didukung aparat keamanan dan unit teknis dari pemerintah daerah untuk memastikan sisa lokasi dinyatakan aman dan untuk memulihkan jasad korban. Pemerintah daerah menyatakan komitmen untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban sambil menunggu hasil penyelidikan resmi.
Dampak pada masyarakat setempat terasa signifikan, karena banyak keluarga bergantung pada aktivitas penambangan sebagai sumber penghidupan utama. Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan pekerja tambang artisanal dan kecil terhadap risiko terhadap longsor, runtuhan, dan bencana terkait geologi serta perubahan iklim yang memperburuk kestabilan lereng.
Pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil setempat menyerukan peninjauan ulang praktik keselamatan di lokasi penambangan, peningkatan pengawasan, serta program pelatihan bagi para penambang guna mengurangi risiko kecelakaan serupa. Upaya penanggulangan juga melibatkan penyuluhan tentang manajemen risiko dan eksplorasi alternatif ekonomi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada aktivitas berbahaya.
Pejabat setempat menegaskan bahwa proses pemulihan dan investigasi akan terus dipantau, dan mereka berjanji untuk memberikan informasi terbaru kepada publik seiring perkembangan penanganan kasus. Masyarakat diminta untuk memberikan ruang bagi operasi penyelamatan dan menghormati keluarga korban selama proses pemulangan jenazah serta upaya pemeriksaan forensik.





