Iran Tuding AS Perburuk Kawasan, Waspada Ganggu Pasar dan Keamanan Ekonomi Global!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat memperburuk ketidakstabilan kawasan serta mengancam keamanan ekonomi global melalui serangan militer terhadap wilayah Iran, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei. Pernyataan itu disampaikan saat Teheran mengkritik kebijakan militer Washington dan menuduh adanya eskalasi yang merugikan stabilitas internasional.
Tuduhan terhadap AS
Baghaei menyatakan, menurut unggahan di akun X, bahwa Washington telah melakukan dua serangan terhadap Iran dalam kurun waktu kurang dari sembilan bulan meskipun proses negosiasi masih berlangsung. Ia menuduh langkah militer tersebut juga disertai tindakan yang menewaskan warga sipil dan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh tertentu, serta diikuti dengan penguatan sanksi terhadap Teheran.
Baghaei menilai tindakan AS telah merusak nota kesepahaman yang ditandatangani pada 17 Juni, dan menyampaikan bahwa Washington justru meminta dunia internasional untuk mengecam Iran. Pernyataan itu memuat kritik keras terhadap sikap ganda yang menurut Iran dipertontonkan oleh pihak AS.
Kutipan dari Kementerian Luar Negeri Iran
Dalam unggahannya, Baghaei menulis, “Dunia sedang menanggung dampak agresi ilegal Anda melalui ketidakstabilan kawasan dan ketidakamanan ekonomi global.” Kata-kata tersebut menegaskan narasi resmi Teheran bahwa konsekuensi konflik tidak hanya berdampak lokal tetapi juga merembet pada perekonomian global.
Ia juga menegaskan, “Anda tidak bisa memulai perang atas pilihan sendiri, membakar kawasan, memicu kekacauan global, lalu berpura-pura menjadi korban.” Pernyataan itu menggambarkan upaya Iran memasang narasi bahwa pihak yang menyerang tidak layak mendapatkan simpati internasional.
Dampak regional dan status verifikasi
Klaim-klaim Tehran berpotensi memperkeruh suasana di kawasan Timur Tengah yang sudah rentan terhadap konflik dan gangguan rantai pasokan energi, terutama jika tuduhan terkait serangan militer dan korban sipil terbukti. Peningkatan ketegangan dapat mempengaruhi harga energi dan mengganggu jalur pelayaran strategis yang melintasi perairan regional.
Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Washington terkait tuduhan spesifik yang dilayangkan Iran. Pernyataan Tehran tersebut tetap merupakan klaim pihak Iran yang menuntut klarifikasi dan verifikasi independen.
Respons internasional dan prospek diplomasi
Pengamat mengatakan, tanpa dialog dan mekanisme verifikasi yang dipercaya kedua belah pihak, tuduhan semacam ini sulit mereda dan berisiko memicu siklus pembalasan yang lebih luas. Upaya diplomatik dan mediasi pihak ketiga menjadi penting untuk meredakan ketegangan dan mendorong kembalinya jalur komunikasi yang sempat terbuka.
Sejauh ini, berbagai aktor internasional cenderung menyerukan de-eskalasi dan kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional, meski tanggapan konkret terhadap klaim Iran akan sangat bergantung pada bukti independen dan perkembangan selanjutnya di lapangan. Tuduhan mengenai serangan, korban sipil, dan pelanggaran kesepakatan tetap disampaikan oleh pihak Iran dan menunggu respons serta pemeriksaan lebih lanjut.





