Unjuk rasa memanas, Prancis perpanjang jam malam guncang pasar keuangan Eropa!

Jakarta, Maret.id — Aksi unjuk rasa di Prancis terus berlangsung seiring pemerintah memberlakukan jam malam dan meningkatkan pengamanan menjelang demonstrasi lanjutan yang dijadwalkan pada Sabtu mendatang, 24 Oktober 2026.
Pejabat Prancis Sébastien Lecornu menyatakan penerapan jam malam membantu menjaga ketenangan pada Senin (19/10/2026) malam waktu setempat. Ia menambahkan bahwa kebijakan jam malam yang bersifat tertarget akan diberlakukan kembali bila diperlukan pada Selasa malam.
Langkah jam malam dan pembatasan
Di Paris, prefektur kepolisian mengumumkan jam malam di sejumlah lingkungan permukiman dimulai pukul 23.00 pada Selasa hingga pukul 06.00 pada Rabu. Pembatasan ini diberlakukan menyusul kebijakan serupa yang berlaku dari Senin hingga Selasa dini hari.
Pemberlakuan di kota-kota besar
Di Marseille, jam malam ditetapkan mulai pukul 22.00 Selasa hingga pukul 05.00 Rabu dan akan diberlakukan setiap malam hingga Jumat, 23 Oktober 2026. Kebijakan serupa juga diumumkan untuk Lyon dan sejumlah kota lain sebagai upaya mencegah eskalasi kerusuhan.
Penegakan dan pengerahan aparat
Dalam pidatonya di Majelis Nasional, Lecornu mengatakan bahwa pengerahan polisi untuk demonstrasi yang direncanakan pada Sabtu akan dilakukan secara “masif”. Ia juga mengakui adanya kekurangan dalam pengaturan keamanan saat kerusuhan akhir pekan lalu, dengan respons aparat yang dinilai terlalu statis dan kurang fleksibel.
Pejabat lain, Laurent Nunez, mengumumkan rencana pengerahan personel Operasi Sentinelle Angkatan Darat Prancis untuk membantu mencegah kekerasan selama demonstrasi pada 24 Oktober. Langkah tersebut diambil setelah otoritas menilai risiko kerusuhan masih tinggi dan perlunya penguatan pengamanan di titik-titik rawan.
Sejumlah rekaman yang beredar menampilkan pembakaran kendaraan dan bentrok di beberapa lokasi, memicu langkah cepat otoritas setempat untuk memperketat kontrol di area permukiman dan jalur lalu lintas utama. Warga dihimbau untuk menghindari lokasi aksi dan mengikuti instruksi keselamatan dari aparat demi mengurangi risiko korban dan kerusakan.
Langkah jam malam tersebut memicu perdebatan antara kebutuhan menjaga ketertiban umum dan pentingnya melindungi hak warga atas kebebasan berkumpul. Pengamat menilai bahwa respons aparat perlu lebih seimbang agar tindakan penegakan tidak mengorbankan hak sipil serta kepercayaan publik terhadap institusi keamanan.
Pemerintah Prancis menegaskan akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan langkah-langkah keamanan sesuai kondisi di lapangan demi memastikan ketertiban serta keselamatan warga. Otoritas juga meminta masyarakat serta pengunjung internasional untuk mengikuti peringatan perjalanan dan himbauan lokal hingga situasi dinyatakan stabil.





