Gencatan Senjata Gaza Memanas, Liga Arab Desak PBB Tindak, Ancaman Energi Global!

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy memperingatkan bahwa gencatan senjata di Gaza masih berada pada kondisi yang sangat rapuh dan membutuhkan tindakan segera dari komunitas internasional. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan bilateral Fahmy dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres di markas besar Liga Arab di Kairo, Mesir, pada Minggu (26/10/2026).
Peringatan soal Gencatan Senjata di Gaza
Fahmy menekankan perlunya implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan PBB di wilayah Palestina demi mencegah terulangnya kekerasan dan melemahnya perlindungan sipil. Ia juga menyampaikan keprihatinan Liga Arab atas meningkatnya korban jiwa dan buruknya kondisi kemanusiaan di Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025.
Data yang dipaparkan dalam pertemuan menunjukkan lebih dari 1.500 warga Palestina tewas sejak pemberlakuan gencatan senjata tersebut, menurut catatan yang dikemukakan Fahmy. Angka-angka ini, kata Fahmy, menjadi indikator bahwa gencatan senjata yang rapuh berisiko berubah menjadi eskalasi yang lebih luas jika tidak ada langkah nyata dari Dewan Keamanan dan pihak-pihak terkait.
Keamanan Regional dan Kedaulatan Negara Arab
Selain fokus pada Gaza, pembicaraan juga menyinggung meningkatnya tekanan terhadap keamanan regional yang berdampak pada kedaulatan negara-negara Arab. Fahmy menyoroti beberapa insiden yang dianggap melanggar kedaulatan, termasuk serangan yang disebut berasal dari Iran terhadap negara tetangga serta serangan oleh kelompok Houthi yang menyasar bandara dan fasilitas sipil di kawasan.
Dalam pernyataannya, Fahmy menegaskan solidaritas penuh Liga Arab dengan Arab Saudi dan hak negara-negara anggota untuk mempertahankan keamanan serta kedaulatan mereka. Pertemuan itu juga membahas isu-isu lain di kawasan seperti krisis politik dan keamanan di Lebanon, Sudan, Suriah, hingga Libya, dengan penekanan pada pentingnya menjaga persatuan nasional dan memperkuat institusi negara.
Komitmen PBB terhadap Hukum Internasional dan Dukungan untuk UNRWA
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan kembali komitmen badan dunia itu untuk menegakkan hukum internasional dan Piagam PBB. Guterres menyatakan bahwa PBB akan terus berkoordinasi erat dengan Liga Arab untuk mendukung berbagai upaya mengatasi tantangan regional dan memastikan perlindungan bagi warga sipil.
Dalam pertemuan itu juga ditekankan pentingnya penegakan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 serta dukungan penuh terhadap mandat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Kedua pihak sepakat bahwa perlunya dukungan internasional yang terkoordinasi untuk mendukung kelangsungan bantuan kemanusiaan, menjaga integritas lembaga-lembaga bantuan, dan memastikan keselamatan personel kemanusiaan di lapangan.
Pertemuan bilateral antara pimpinan Liga Arab dan PBB ini menunjukkan adanya upaya bersama untuk menahan potensi eskalasi konflik dan memperkuat mekanisme diplomasi guna mengatasi isu-isu kemanusiaan dan keamanan di Timur Tengah. Kedua belah pihak menegaskan bahwa langkah-langkah praktis serta komitmen politik diperlukan demi stabilitas jangka panjang dan perlindungan hak asasi warga sipil di wilayah terdampak.





