Dunia

Waspada: Uzbekistan Masuk NDB BRICS Memanaskan Rivalitas Geopolitik Global!

Jakarta, Maret.id — Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev menandatangani undang-undang yang mengatur aksesi negara tersebut ke Bank Pembangunan Baru (New Development Bank/NDB), menurut dokumen yang dipublikasikan pada basis data legislasi nasional Jumat lalu. Dokumen tersebut menyebut secara eksplisit penggabungan berdasarkan “Perjanjian mengenai Bank Pembangunan Baru (Fortaleza, 2 Juli 2014)”.

Aksesi Resmi dan Proses Legislasi

Majelis rendah parlemen Uzbekistan sebelumnya mengambil langkah formal dengan mengadopsi undang-undang aksesi pada April, dan Senat negara itu kemudian memberikan persetujuan akhir. Penandatanganan oleh Presiden Mirziyoyev menandai selesainya prosedur domestik yang diperlukan untuk keanggotaan.

Portofolio Proyek Senilai Miliaran Dolar

Pemerintah Uzbekistan, melalui kementerian terkait, telah menyiapkan portofolio proyek bernilai sekitar 4,5 miliar dolar AS untuk diajukan kepada NDB sebagai bagian dari rencana kerja sama. Portofolio tersebut difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti transportasi, energi, konstruksi, dan industri.

Perincian proyek menyoroti upaya modernisasi infrastruktur nasional yang intensif modal dan jangka panjang. Opsi pembiayaan dari NDB diharapkan menjadi sumber alternatif yang bersifat preferensial dibandingkan pembiayaan komersial konvensional.

Fokus Energi dan Pembangkit Listrik

Salah satu proyek besar yang disebutkan adalah pendanaan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi. Pembiayaan NDB dipandang dapat mempercepat penyelesaian proyek energi strategis tersebut dan meningkatkan keamanan pasokan listrik nasional.

Implikasi Ekonomi dan Investasi

Para legislator Uzbekistan menilai bahwa keanggotaan di NDB akan membuka aliran investasi alternatif yang mendukung program modernisasi ekonomi nasional. Akses ke pembiayaan multilateral dengan mekanisme dan syarat yang lebih menguntungkan diharapkan mendorong realisasi proyek yang berdampak pada pertumbuhan.

Konteks BRICS dan Status Mitra

Uzbekistan telah berstatus sebagai negara mitra BRICS sejak 1 Januari 2025, posisi yang mempertegas keterlibatan negara itu dalam kerangka kerja sama ekonomi dan investasi multilateral. Pada Juni 2025, Dewan Gubernur NDB menyetujui prinsip keanggotaan bagi Uzbekistan, membuka jalan bagi proses aksesi yang kini dipertegas melalui undang-undang domestik.

Fortaleza: Dasar Hukum NDB

Perjanjian Fortaleza yang ditandatangani pada 2014 menjadi landasan hukum pembentukan NDB dan mekanisme keanggotaan negara-negara baru. Keputusan Uzbekistan untuk bergabung menandai perluasan peran bank tersebut di Eurasia dan menambah cakupan proyek yang dapat dibiayai.

Penandatanganan undang-undang ini dipandang sebagai langkah strategis Tashkent untuk memperkuat jaringan pembiayaan internasional dan mendiversifikasi sumber investasi. Ke depan, implementasi proyek-proyek dalam portofolio yang diajukan akan menjadi indikator sejauh mana aksesi tersebut mendukung transformasi ekonomi Uzbekistan.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button