Dunia

Waspada: Penyakit Menular Meningkat, Ketegangan Geopolitik Memanas!

Jakarta, Maret.id — Dewan Pemantauan Kesiapsiagaan Global (Global Preparedness Monitoring Board/GPMB) memperingatkan bahwa wabah penyakit menular terjadi semakin sering dan menimbulkan dampak yang semakin luas. Pernyataan itu disampaikan dalam laporan terbaru yang menilai kesiapan dunia menghadapi ancaman pandemi.

Kesimpulan Utama Laporan

Laporan GPMB menyatakan dunia belum menjadi lebih aman dari ancaman pandemi meski terjadi lonjakan investasi selama respons COVID-19. Dewan menyoroti peningkatan frekuensi wabah dan melemahnya kapasitas pemulihan yang berdampak pada aspek kesehatan, ekonomi, politik, dan sosial.

Temuan GPMB menunjukkan bahwa investasi jangka panjang belum cukup untuk menutup celah risiko yang terus naik. Laporan itu menekankan bahwa tanpa perubahan kebijakan dan mekanisme pengawasan yang permanen, kerentanan global akan tetap tinggi.

Isu Pendanaan dan Bantuan Kesehatan

Setelah lonjakan dana untuk respons COVID-19, dukungan pembangunan untuk sektor kesehatan kini kembali ke level yang tercatat pada 2009. Menurut laporan, penurunan ini terjadi bersamaan dengan menurunnya porsi kesehatan dalam keseluruhan bantuan pembangunan.

Dewan menegaskan bahwa ketidakstabilan pendanaan menghambat kemampuan negara-negara, khususnya negara berpenghasilan rendah, untuk memperkuat sistem kesehatan dan menjaga kesiapan terhadap wabah berikutnya. Tanpa alokasi yang berkelanjutan, upaya pencegahan dan respons akan tetap timpang dan reaktif.

Seruan untuk Mekanisme Pengawasan Permanen

GPMB menyerukan pembentukan mekanisme pemantauan independen permanen untuk menilai risiko pandemi secara berkala. Mekanisme semacam itu dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas dan koordinasi internasional dalam meningkatkan kesiapsiagaan.

Dewan juga mendorong negara-negara dan lembaga donor untuk mengadopsi pendekatan jangka panjang dan terstandarisasi dalam investasi kesehatan publik. Rekomendasi lain termasuk penguatan sistem deteksi dini, rantai pasokan, dan kapasitas respons cepat di tingkat nasional dan regional.

Akses Adil terhadap Vaksin dan Pengobatan

Laporan menekankan pentingnya akses yang adil terhadap vaksin, alat diagnostik, dan pengobatan yang menyelamatkan jiwa melalui kesepakatan pandemi global. GPMB menyatakan bahwa ketimpangan distribusi selama krisis sebelumnya memperpanjang dampak kesehatan dan ekonomi secara global.

Dewan mendorong negosiasi internasional yang menjamin ketersediaan teknologi kesehatan penting untuk semua negara, termasuk mekanisme pembiayaan dan transfer teknologi yang memadai. Tanpa langkah-langkah tersebut, ketidaksetaraan akan terus memperburuk krisis kesehatan masa depan.

Konteks Wabah Ebola di Kongo

Laporan GPMB dirilis bersamaan dengan perhatian global terhadap wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo yang melibatkan varian Bundibugyo. Varian ini berbeda dari galur Zaire yang memicu wabah besar di Afrika Barat pada 2013-2016.

Organisasi Kesehatan Dunia sebelumnya menyatakan status darurat kesehatan publik terkait situasi tersebut, dengan laporan mengenai ratusan kasus suspek dan puluhan kematian yang diduga terkait wabah. GPMB menggunakan contoh ini sebagai pengingat nyata bahwa ancaman penyakit menular tetap hadir dan memerlukan respons terpadu.

Dewan yang dibentuk setelah pengalaman pahit wabah Ebola 2013-2016 memperingatkan bahwa tanpa agenda global yang kuat dan pengawasan permanen, dunia akan terus menghadapi kejutan epidemi yang berdampak luas. Laporan ini menjadi panggilan untuk mempercepat reformasi, memperkuat komitmen pembiayaan, dan memastikan solidaritas internasional dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button