Dunia

WHO Tetapkan Status Darurat Internasional Usai Wabah Ebola Meluas di Kongo dan Uganda

Jakarta, Maret.id — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinan mendalam terkait percepatan dan skala penyebaran wabah Ebola yang kini melanda Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, telah menetapkan status Keadaan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) sejak Minggu lalu, langkah yang menurut WHO diambil berdasarkan ketentuan Peraturan Kesehatan Internasional Pasal 12.

Komite Darurat WHO menggelar pertemuan khusus pada Selasa, 19 Mei 2026, untuk merumuskan rekomendasi sementara bagi respons global. Pertemuan itu bertujuan mempercepat koordinasi teknis dan dukungan internasional kepada negara-negara terdampak.

Data Kasus dan Penyebaran

Provinsi Ituri di DRC dilaporkan telah mencatat 30 kasus positif Ebola hingga laporan terakhir. Uganda mengonfirmasi dua kasus di ibu kotanya, Kampala, termasuk satu kasus kematian yang melibatkan seorang pelancong asal DRC.

Wabah ini juga tercatat lintas benua karena otoritas Amerika Serikat melaporkan satu warga negaranya terkonfirmasi positif dan yang bersangkutan dievakuasi ke Jerman untuk perawatan medis. Selain kasus terkonfirmasi, WHO mencatat lebih dari 500 kasus suspek dan sekitar 130 kematian yang diduga kuat akibat Ebola, angka yang diperkirakan akan meningkat seiring perluasan pelacakan dan pengujian.

Faktor yang Memperparah Situasi

WHO mengidentifikasi sejumlah faktor yang memperburuk risiko penyebaran, antara lain penularan di area perkotaan yang padat. Laporan juga mencatat ancaman serius bagi tenaga kesehatan, dengan adanya kasus kematian di kalangan petugas layanan kesehatan yang menunjukkan penularan di fasilitas layanan.

Krisis pengungsi dan eskalasi konflik bersenjata di beberapa wilayah, termasuk Ituri, memperumit upaya pengendalian penyakit karena perpindahan massal warga. Dalam beberapa bulan terakhir terjadi peningkatan konflik yang memaksa lebih dari 100.000 warga sipil mengungsi, kondisi yang berpotensi mempercepat penularan virus.

Tantangan Penanganan dan Imunisasi

WHO menyebutkan bahwa epidemi kali ini disebabkan oleh spesies virus Ebola Bundibugyo, jenis yang berbeda dari varian yang sebelumnya dapat dicegah dengan vaksin yang ada. Hingga kini belum tersedia vaksin atau terapi medis yang disetujui secara resmi khusus untuk menanggulangi spesies Bundibugyo, sehingga respons berbasis pelacakan kontak, isolasi, dan perawatan suportif menjadi kunci.

Meski tantangan besar, WHO menegaskan bahwa rantai penularan masih dapat ditekan apabila langkah-langkah pencegahan diterapkan secara cepat dan terkoordinasi. Negara-negara terdampak diimbau memperketat komunikasi risiko, menguatkan keterlibatan komunitas, dan meningkatkan sanitasi serta protokol proteksi tenaga kesehatan.

Respons internasional dan dukungan teknis terus ditingkatkan, termasuk koordinasi dengan pemerintah DRC, Uganda, dan otoritas lain yang terlibat. Upaya penguatan kapasitas laboratorium, distribusi peralatan pelindung diri, serta pelatihan bagi petugas kesehatan menjadi prioritas untuk mencegah meluasnya wabah.

Kondisi lapangan yang dinamis menuntut pemantauan ketat dan kesiapan logistik untuk merespons lonjakan kasus. WHO dan mitra internasional memperingatkan bahwa tanpa intervensi cepat dan keterlibatan masyarakat luas, wabah berisiko berkembang lebih luas lagi, sehingga dukungan internasional tetap menjadi elemen penting dalam upaya mitigasi.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button