Kulusevski Pertaruhkan Kariernya, Dokter Tim Optimis Pemulihan Segera Tuntas!

Jakarta, Maret.id — Dalam perkembangan terbaru seputar Dejan Kulusevski, bintang Tottenham Hotspur dan tim nasional Swedia, harapan untuk melihatnya kembali ke lapangan masih menyala meskipun cederanya terus berlanjut. Tim medis, yang dipimpin oleh dokter tim nasional Jonas Werner, menyampaikan pernyataan optimis mengenai masa depan karier pemain berusia 26 tahun tersebut, meskipun ia harus absen sepanjang musim 2025-26 akibat cedera tempurung lutut yang berkepanjangan.
Harapan untuk kembali ke Liga Premier
Setelah dikonfirmasi tidak dapat memperkuat Swedia di Piala Dunia mendatang karena cedera tersebut, Kulusevski kini berfokus pada pemulihan dalam persiapan menghadapi musim klub 2026-27. Dalam pernyataannya, dokter Werner menegaskan, “Dia tidak akan menyerah,” merujuk pada komitmen Kulusevski untuk kembali beraksi di bawah arahan pelatih Roberto De Zerbi. Kulusevski saat ini menerima perawatan yang intensif, dan Werner yakin bahwa bintang Tottenham ini akan kembali ke performa terbaiknya.
Mimpi Piala Dunia berakhir
Ketidakmampuan Kulusevski untuk pulih tepat waktu telah berujung pada keputusan sulit bagi manajer tim nasional Swedia, Graham Potter, yang terpaksa meninggalkan pemain andalannya dari skuad untuk Piala Dunia yang akan berlangsung di Amerika Utara. “Ini adalah keputusan yang sangat, sangat sulit,” ungkap Potter. Kulusevski, yang terakhir kali tampil dalam pertandingan resmi pada Mei 2025, telah berjuang melawan cedera yang semakin mengganggu kariernya, meski ia berusaha keras untuk mempersiapkan kebugaran jelang turnamen.
Kenyataan medis terkait cedera tempurung lutut
Werner menjelaskan bahwa cedera yang dialami Kulusevski lebih kompleks daripada yang terlihat. Menyatakan bahwa “ini adalah cerita yang panjang,” ia merinci bagaimana cedera tersebut membutuhkan perawatan selama lebih dari satu tahun. Penilaian medis menunjukkan kombinasi faktor yang sulit ditangani, sehingga menghambat kemajuan pemulihan sang pemain.
Kompleksitas sendi lutut
Cedera yang dialami Kulusevski tidak sama dengan cedera lain yang lebih umum, seperti robekan otot atau patah tulang, karena tulang rawan tidak memiliki aliran darah yang cukup untuk menyembuhkan diri. Werner mencatat, “Cedera ini sulit diobati. Tulang rawan tidak memiliki suplai darah dan saraf,” menekankan tantangan yang dihadapi Kulusevski yang menjadikan dia tidak bisa merasakan peningkatan yang signifikan dalam pemulihannya. Penekanan yang dialami di tempurung lutut memainkan peran besar dalam proses penyembuhan yang lambat ini.
Dengan keadaan yang terus berkembang, para penggemar Tottenham dan tim nasional Swedia berharap, seiring dengan berjalannya waktu, Kulusevski akan mampu kembali ke lapangan dan memberikan kontribusi maksimal. Namun, pertanyaan tentang kebugarannya saat musim baru dimulai masih tersisa. Pelatih De Zerbi jelas memiliki tantangan besar untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh absennya Kulusevski, terutama dengan harapan tinggi ditaruh pada pemain tersebut untuk menjadi kunci kesuksesan tim di pentas Liga Premier dan kompetisi internasional.





