Curacao dan Cape Verde Tantang Hegemoni Tim

Jakarta, Maret.id — Empat negara, yakni Cape Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan, sedang bersiap untuk melakukan debut mereka di Piala Dunia 2026. Ini adalah momen bersejarah bagi tim-tim tersebut, mengingat sudah 16 tahun berlalu sejak Slovakia, tim debutan terakhir yang sukses melaju ke babak gugur setelah mengejutkan Italia di Afrika Selatan. Pertanyaannya kini adalah, apakah salah satu dari mereka mampu meniru prestasi heroik tersebut?
Tantangan Tim Debutan
Dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia, inisiasi tim debutan di turnamen global ini tidaklah menguntungkan. Meski Bosnia dan Herzegovina mencatat kemenangan bersejarah atas Iran pada tahun 2014, mereka gagal lolos dari fase grup. Sementara itu, Panama, Islandia, dan Qatar, hanya mengumpulkan satu poin di Piala Dunia 2018 dan 2022. Namun, format baru dengan 48 peserta memberi harapan kepada Cape Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan. Empat poin dari tiga pertandingan hampir dapat memastikan tiket ke babak gugur, bahkan tiga poin bisa saja cukup.
Maka, pertanyaan yang mengemuka adalah, siapa di antara keempat debutan ini yang akan mencuri perhatian dan membuat kejutan di panggung dunia?
Memecahkan Rekor atau Terpuruk?
Sejak Piala Dunia 2006, belum pernah terjadi sebelumnya terdapat banyak tim debutan dalam satu turnamen, dengan edisi tersebut sebelumnya menjadi saksi tujuh tim baru. Ghana dan Ukraina berhasil melangkah jauh, sementara sejarah mencatat bahwa turnamen terbaik bagi tim debutan adalah edisi 1958, di mana ketiga debutan—Irlandia Utara, Uni Soviet, dan Wales—mampu mencapai perempat final. Mampukah musim panas ini memecahkan rekor tersebut?
Walaupun peluangnya rendah, capaian dari babak penyisihan grup kini lebih mungkin dicapai dibanding edisi-edisi sebelumnya. Namun, hal ini tetap menghadapi tantangan berat, terutama bagi Uzbekistan yang terjerat di Pot Tiga, menjadikan mereka satu-satunya tim debutan yang tidak berada di Pot Empat pada undian Piala Dunia pada bulan Desember lalu.
Kurangnya Keberuntungan dan Tantangan Strategis
Curacao, tim yang dianggap mendapat undian terberat di antara para pendatang baru, dihadapkan pada tantangan berat di Grup E bersama Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading. Meskipun memiliki pemain berbakat yang tersaring di Eropa, momen kesejahteraan manajer Dick Advocaat yang kembali setelah sempat mundur menyusul situasi keluarga yang mendesak, menjadi faktor penentu.
Di sisi lain, Yordania harus menghadapi kenyataan pahit akibat cedera yang menghantui mereka, terutama kehilangan Yazan Al Naimat yang mengalami cedera ACL, sementara kapten Musa Al-Taamari berusaha mengombinasikan serangan dan pertahanan. Mereka menampilkan pendekatan yang sangat kompak dan terorganisir dalam usahanya melewati fase grup.
Sementara itu, Cape Verde meskipun berada di grup yang sulit, tetap menyimpan harapan untuk tampil menarik, dengan strategi berbasis penguasaan bola. Adaptasi menjadi kunci bagi mereka, mengingat catatan defensif mereka yang perlu diperbaiki untuk menghadapi lawan-lawan berat.
Akhirnya, Uzbekistan di bawah asuhan Fabio Cannavaro, seorang legenda Italia, akan mengandalkan kekuatan pertahanan yang disiplin untuk mengamankan posisi mereka di turnamen ini. Kombinasi penting dari para pemain yang memiliki pengalaman di liga internasional diharapkan dapat memberikan dukungan yang kuat untuk mencapai fase knockout.
Dengan banyaknya faktor yang memengaruhi peluang masing-masing negara, momen ini bukan hanya sekadar debut, tetapi juga menjadi ajang pembuktian di panggung olahraga internasional yang prestisius.





