Harry Kane Hancurkan Kekecewaan, Cetak Hat

Jakarta, Maret.id — Legenda Piala Dunia, Sir Geoff Hurst, memberikan dukungan tegas kepada Harry Kane, kapten Timnas Inggris, untuk mengulangi prestasi gemilangnya dengan mencetak hat-trick di final Piala Dunia mendatang. Hurst, yang dikenal sebagai satu-satunya pemain yang mampu mencetak hat-trick dalam pertandingan final Piala Dunia, optimis bahwa Kane memiliki kemampuan untuk membawa Inggris meraih trofi yang selama ini dinantikan.
Prediksi berani dari seorang legenda untuk Kane
Hurst menegaskan bahwa saat ini, Kane memiliki semua kualitas yang dibutuhkan untuk menorehkan sejarah baru di kancah dunia. “Saya tidak akan terkejut jika kami memenangkannya,” ujar Hurst. Optimisme ini bukan sekadar isapan jempol. Dalam sejarah Inggris, Hurst mencetak hat-trick saat timnya mengalahkan Jerman Barat dengan skor 4-2 di final Piala Dunia 1966, menjadikannya simbol kejayaan nasional.
Pemain berusia 32 tahun itu kini diharapkan bisa mengikuti jejak Hurst, yang merasa bahwa keberhasilan Kane akan menambah kelegaan bagi sepuluh pemain lainnya dalam tim. Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut tidak boleh menjadi beban semata bagi sang kapten.
Beban harapan bangsa
Kane, sebagai pencetak gol terbanyak Inggris dengan 79 gol, datang ke turnamen dengan beban harapan yang tinggi. Musimnya yang gemilang di Bundesliga, di mana ia mencetak 61 gol untuk Bayern Munich, membuat semua mata tertuju pada dirinya. Meski Hurst mengakui kualitas striker ini, ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi tim.
“Ini bukan tentang satu pemain,” kata Hurst. “Ia akan menjadi bagian yang sangat penting dari tim, tetapi yang memenangkan pertandingan adalah tim, bukan individu.” Pernyataan ini menggugah keselarasan dalam tim, mengingat pentingnya kebersamaan untuk mencapai sukses di ajang bergengsi.
Naik ke status legendaris
Prestasi individual Kane di level klub, meskipun belum meraih gelar dengan Tottenham, mengukuhkan statusnya di Bayern dengan dua gelar Bundesliga dan DFB-Pokal. Menurut Hurst, kemenangan di Piala Dunia akan merubah persepsi publik terhadap Kane secara signifikan.
“Saya yakin Kane sudah dihormati oleh para penggemar Spurs dan Bayern Munich, terlepas dari apakah kami memenangkan Piala Dunia atau tidak,” ungkap Hurst. “Namun, kemenangan di Piala Dunia akan memberikan suatu kelegaan atas pencapaian di level klub dan akan memberikan penghormatan abadi kepada pemain tersebut.”
Menikmati cuaca panas di Meksiko
Inggris berada di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama di Piala Dunia mendatang, dengan laga perdana melawan Kroasia pada 17 Juni. Hurst menyadari tantangan besar yang menanti, terutama dengan kondisi cuaca di Meksiko yang dapat menguji kekuatan fisik dan teknik skuad.
“Teknik yang dibutuhkan untuk mempertahankan bola, bukan malah kehilangan bola, akan menjadi kunci,” tuturnya. Hurst memperingatkan bahwa pengalaman di Piala Dunia 1970 sangat relevan, di mana kondisi cuaca dan tekanan fisik menjadi faktor penentu dalam perjalanan tim.
Menyinggung tentang penguasaan bola, Hurst menekankan pentingnya memiliki kontrol penuh untuk memastikan keberhasilan di ajang yang menjadi impian banyak pemain. “Mengejar bola di hari yang panas di Meksiko menjadi cukup sulit,” tegasnya, menandaskan semua tantangan yang harus dihadapi oleh The Three Lions.





