Chelsea Newcastle Nottingham Forest dan Aston Villa Didenda UEFA

Jakarta, Maret.id — UEFA telah mengumumkan sanksi finansial baru yang menargetkan beberapa klub besar Eropa. Klub-klub Liga Premier seperti Chelsea, Newcastle United, Nottingham Forest, dan Aston Villa akan dikenai denda signifikan.
Badan Pengawas Keuangan Klub (CFCB) dari UEFA mengonfirmasi langkah disiplin ini setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan keuangan klub untuk musim mendatang. Newcastle United dan Aston Villa menjadi klub paling terdampak.
The Magpies telah menandatangani perjanjian penyelesaian selama tiga tahun dengan UEFA setelah melanggar “aturan pendapatan sepak bola”. Pelanggaran ini mencakup tahun-tahun keuangan yang berakhir pada 2023, 2024, dan 2025.
Newcastle dan Juventus juga terikat dengan perjanjian penyelesaian yang mengharuskan mereka memenuhi target finansial untuk diizinkan berkompetisi di tingkat Eropa. Setiap klub diwajibkan mencapai kepatuhan penuh terhadap aturan pendapatan sepak bola pada akhir periode penyelesaian di musim 2028-29.
Denda yang dijatuhkan kepada Newcastle mencapai total €10 juta (£9 juta/$11 juta), dengan €7 juta di antaranya bersifat bersyarat. Selain itu, CFCB juga menemukan pelanggaran terkait “aturan biaya skuad”.
Empat klub Liga Premier lainnya turut disanksi akibat melanggar batas pengeluaran, yang ditetapkan hingga 70% dari pendapatan klub. Aston Villa, Chelsea, Newcastle, dan Nottingham Forest terkonfirmasi melanggar batas ini selama tahun kalender 2025.
Kamar Pertama CFCB menemukan bahwa kesembilan klub, termasuk OGC Nice dan AEK Athens, melanggar aturan biaya skuad dengan rasio di atas 70%. Sanksi bervariasi sesuai dengan tingkat pelanggaran masing-masing klub.
Sementara denda tersebut adalah beban finansial, beberapa klub menghadapi potensi pembatasan dalam mendaftarkan pemain baru. Aston Villa dan RC Strasbourg dikenakan sanksi yang bisa berdampak pada kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam kompetisi UEFA.
Meski demikian, UEFA mencatat adanya tanda perbaikan dari Aston Villa dan Chelsea, menjadikan sebagian dari denda mereka bersifat bersyarat. Aston Villa mendapatkan denda total sebesar €22,5 juta (£19 juta/$26 juta), sedangkan Chelsea dikenakan denda sebesar €3 juta.
Klub-klub yang terikat perjanjian penyelesaian kini berada di bawah pengawasan ketat UEFA. Perjanjian ini mencakup kewajiban untuk mengelola skuad dan neraca keuangan dengan ketat hingga tahun 2028.
Kegagalan untuk memenuhi target-target yang ditetapkan dapat mengakibatkan sanksi lebih berat. Ini termasuk larangan berpartisipasi dalam kompetisi sepak bola Eropa.
Menanggapi kabar ini, Budi Santoso, seorang pengamat sepak bola Indonesia, mengatakan, “Sanksi ini menunjukkan bahwa pengelolaan klub tidak bisa sembarangan. Kedisiplinan finansial penting untuk keberlanjutan klub di Eropa.”





