Ejekan Neymar terhadap tim Remo jadi sorotan publik

Jakarta, Maret.id — Neymar mengakui bahwa karier internasionalnya telah “selesai” setelah Brasil mengalami kekalahan yang menyakitkan dari Norwegia dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia menegaskan sikap tersebut pekan lalu, meskipun ayahnya meminta agar ia mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. “Saya mengalami banyak hal di sana, memberikan darah dan hidup saya, dan selalu berjuang demi jersey kuning. Tapi saya rasa saya tidak mau lagi,” ujar Neymar kepada awak media.
Ada spekulasi terkait kemungkinan Neymar pensiun dari dunia sepak bola setelah kontraknya di Santos berakhir. “Saya tidak tahu berapa lama lagi [saya akan terus bermain], saya tidak sedang berpikir untuk berhenti,” kata Neymar melalui kanal YouTube-nya. “Saya punya kontrak dengan Santos sampai Desember. Saya berniat menuntaskannya, menghormati jersey Santos sebaik mungkin…”
Pemain berusia 34 tahun itu merasa baik secara fisik, meskipun pengalamannya yang terakhir bersama Brasil dan Santos menunjukkan kelemahan. “Saya sangat bahagia telah mengalami apa yang saya alami hingga saat ini. Saya tidak punya keluhan apa pun soal karier saya,” tambahnya.
Namun, keterpurukan dalam permainan dan tingkah laku ia yang sering dikelilingi kontroversi membuatnya semakin dicemaskan. Sebagai contoh, Santos yang berjuang menghindari degradasi mendapat dampak negatif dari perilaku Neymar baik di dalam maupun di luar lapangan. Kembalinya Neymar ke klub masa kecilnya tidak bisa disebut sukses, dengan catatan 14 gol dan empat assist dari 29 penampilan yang minim.
Ketidakdewasaan Neymar juga muncul saat terlibat percekcokan dengan rekan satu tim yang lebih muda, Robinho Jr. “Itulah yang terjadi [tamparan di wajah],” kata Robinho Jr. saat menjelaskan insiden tersebut. Neymar mengakui insiden itu tetapi bersikeras bahwa hal tersebut adalah bagian dari permainan.
Santos saat ini berada di peringkat ke-15 di klasemen Serie A, hanya selisih gol dari zona degradasi. Bahkan Neymar baru kembali ke tingkat kebugaran yang baik, tetapi sering kali ia lebih banyak terlibat dalam kontroversi dibanding performa di lapangan.
Dalam pertandingan Piala Dunia, Neymar juga mempermalukan dirinya sendiri saat Brasil kalah dari Norwegia. Ia gagal memberikan kontribusi yang berarti meskipun mendapatkan kesempatan untuk mengeksekusi penalti di akhir pertandingan. “Ia merusak ritme serangan tim dan tidak memberikan apa pun dalam bertahan,” tulis pakar sepak bola mengenai penampilannya.
Kini, Neymar menghadapi jalan yang sulit di depan. Apakah ia akan pensiun dengan kepala tegak atau akan dikenang sebagai sosok kontroversial yang gagal memaksimalkan bakatnya? “Neymar seharusnya bisa memilih untuk meninggalkan sepak bola dengan cara yang lebih terhormat,” ujar Rizky, seorang presenter olahraga lokal, mengomentari situasi Neymar saat ini.





