Panitia Jelas Pro kontra Jeda 48 Jam Final Piala Presiden 2026

Jakarta, Maret.id — Panitia Pelaksana (Panpel) Piala Presiden Elite 2026 memberikan klarifikasi mengenai waktu istirahat yang dinilai terlalu singkat dari babak semifinal menuju final. Semua tim peserta hanya memiliki waktu rehat selama 48 jam.
Panpel menegaskan bahwa jadwal ini telah disetujui oleh seluruh klub peserta dan memperoleh izin resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers Road To Final Piala Presiden 2026 di SCTV Tower, Jakarta Selatan, pada Rabu (5/8). Acara ini dihadiri oleh Steering Committee (SC) Maruarar Sirait, Ketua Organizing Committee (OC) Tsamara Amany, Wakil Ketua OC Bidang Administrasi Turnamen Risha Ady Wijaya, dan Direktur Emtek Harsiwi Achmad.
Laga semifinal telah digelar pada Selasa (4/8). Pertandingan final antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya dijadwalkan berlangsung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/8).
Wakil Ketua OC, Risha Ady Wijaya, menjelaskan bahwa pelaksanaan turnamen mendapatkan restu AFC melalui surat persetujuan resmi nomor AFC/IDN/T2/7612-2026. “Jadwal pertandingan, termasuk masa rehat 48 jam antarpertandingan, sudah sesuai dengan persetujuan dan rekomendasi AFC,” kata Risha.
Ia menambahkan bahwa regulasi ini telah disosialisasikan dengan transparan. “Saat Manager Competition Meeting jelang semifinal, semua pelatih dan manajer tim telah diinformasikan secara detail,” tegasnya.
Untuk mengatasi jadwal padat dan menjaga kebugaran pemain, Panpel menerapkan kebijakan khusus tentang pergantian pemain. Sejak babak penyisihan, setiap tim diperbolehkan mengganti hingga 12 pemain dalam satu pertandingan. “Fleksibilitas ini diberikan agar pelatih dapat melakukan rotasi skuad secara maksimal,” imbuh Risha.
Ketua OC Tsamara Amany menegaskan bahwa misi sosial-ekonomi turnamen tetap berjalan meskipun final di Bali digelar tanpa penonton. Panpel mewajibkan produk UMKM lokal untuk dibeli oleh panitia pelaksana dan petugas keamanan yang bertugas di stadion. “Total perputaran ekonomi UMKM kali ini mencapai Rp1,5 miliar, meningkat 27% dari gelaran sebelumnya,” jelas Tsamara.
Pada kesempatan yang sama, Ketua SC Maruarar Sirait mengumumkan kenaikan nilai bonus bagi para pemenang, yang didukung oleh sponsor mendekati angka Rp100 miliar. “Kebaikan harus makin tinggi agar pemain dan klub semakin bersemangat,” kata Maruarar.
Rincian hadiah bagi empat besar Piala Presiden 2026 meliputi juara yang berhak atas Rp8,5 miliar, peringkat kedua Rp3,5 miliar, peringkat ketiga Rp2,5 miliar, dan peringkat keempat Rp1,5 miliar.
Reaksi positif datang dari komunitas sepak bola lokal, di mana banyak penggemar menilai program UMKM ini sebagai langkah progresif. “Inisiatif ini tidak hanya memajukan sepak bola tetapi juga menumbuhkan ekonomi lokal,” ujar Andi, seorang penggemar sepak bola asal Jakarta.





