Olahraga

Saint

Jakarta, Maret.id — Paris Saint-Germain (PSG) mengambil keputusan untuk menghentikan negosiasi dengan Zion Suzuki, kiper Parma asal Jepang. Sebelumnya, kesepakatan antara PSG dan Parma telah mencapai tahap lanjut sebelum terputus akibat permintaan finansial yang meningkat dari perwakilan pemain.

Surat kabar “L’Equipe” melaporkan bahwa PSG dan Parma telah sepakat pada transfer yang diperkirakan bernilai sekitar 35 juta euro. Namun, tuntutan finansial dari pihak Suzuki mendadak melonjak dalam beberapa jam terakhir, mendorong PSG untuk mundur dari negosiasi tersebut.

Sebelumnya, PSG menjadikan Suzuki salah satu target utama setelah meraih kemenangan 2-1 atas Aston Villa di Piala Super Eropa. Negosiasi awal mencakup komisi standar 10% dari gaji tahunan yang akan diterima oleh Suzuki, ditambah persentase dari nilai transfer yang disepakati dengan Parma.

Selama dua hari terakhir, pihak PSG berusaha menghubungi Suzuki untuk menjelaskan situasi terkini. Namun, para penasihat pemain melarangnya untuk merespons panggilan dari klub juara Eropa tersebut.

Menurut laporan “L’Equipe”, perwakilan Suzuki menuntut komisi baru sebesar 3 juta euro. PSG menganggap permintaan ini tidak sah dan menganggapnya sebagai bentuk pemerasan yang tidak bisa diterima.

Menghadapi situasi ini, PSG segera mengambil langkah tegas dan memutuskan untuk menutup berkas negosiasi tersebut. Sebuah pernyataan tegas muncul dari klub, yang menyatakan, “Kami tidak akan tunduk pada tekanan.”

Menanggapi perkembangan ini, beberapa pengamat sepak bola di Indonesia mengungkapkan kekhawatiran terkait perilaku perwakilan pemain yang dinilai tidak etis. “Industri sepak bola harus bersih dari praktik-praktik yang merugikan klub,” kata Rudi, seorang penggemar sepak bola lokal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button