Olahraga

Alvarez Terjebak dalam Tekanan Wajah Muram Atletico

Jakarta, Maret.id — Masalah masa depan Julian Alvarez masih belum terpecahkan, meski ia kembali berlatih dengan Atletico Madrid minggu ini. Penyerang asal Argentina tersebut berusaha untuk memperkuat niatnya pindah ke Barcelona.

Menurut laporan dari radio Cadena SER, pelatih Diego Simeone menyampaikan kepada Alvarez dalam pertemuan yang berlangsung Rabu lalu bahwa Atletico Madrid tetap mempertahankan sikap tegas terhadap situasi ini. Simeone menegaskan bahwa ia akan memasukkan Alvarez dalam skema musim baru.

Kabar dari ESPN menyebutkan bahwa orang-orang terdekat Alvarez merasa “tertipu dan dikhianati” oleh pihak Atletico Madrid. Klub meminta Alvarez untuk mengumumkan keinginannya pergi secara terbuka, namun ketika ia melakukan itu pada saat Piala Dunia, sikap klub semakin mengeras.

Miguel Angel Gil Marin, CEO Atletico, menolak untuk bernegosiasi dengan Barcelona. Hingga kini, klub Katalan tersebut belum menerima tanggapan atas tawaran yang diajukan sebesar 100 juta euro.

Alvarez saat ini masih terikat kontrak dengan Atletico dan tidak melakukan protes. Ia tidak dimasukkan dalam skuad untuk laga persahabatan melawan Olympique Marseille, berbeda dengan rekan-rekan internasionalnya seperti Baena, Llorente, dan Musso yang ikut latihan Simeone pekan ini. Namun, Alvarez kembali berlatih dengan tim pada hari Sabtu.

Surat kabar Sport melaporkan bahwa meski Alvarez berusaha tetap profesional, ekspresi wajahnya yang muram dan kurangnya keakraban dengan rekan-rekannya dalam foto-foto yang diambil oleh “El Desmarque” menunjukkan bahwa ia tidak berada dalam kondisi baik. Sementara itu, pelatih Diego Simeone tampaknya tidak begitu peduli dengan situasi ini.

“Keputusan ada di tangan klub, dan saya hanya bisa fokus pada latihan,” kata Alvarez, penyerang Atletico Madrid.

Poin penting di sini adalah keputusan klub yang mempengaruhi kehidupan pemain. Dalam pandangan pengamat sepakbola Indonesia, Adrian Sucipto, seharusnya klub bisa lebih transparan agar situasi seperti ini tidak berlarut-larut. “Pembicaraan yang jujur antara klub dan pemain sangat penting untuk menghindari ketegangan,” ujar Adrian.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button