Juventus Permalukan Arthur Melo di Tengah Beban 80 Juta

Jakarta, Maret.id — Juventus Turin telah menginvestasikan 80 juta euro untuk membawa Arthur Melo dari FC Barcelona pada tahun 2020. Namun, sejak itu, gelandang Brasil berusia 30 tahun ini telah dipinjamkan empat kali tanpa menunjukkan performa maksimal.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari klub mengenai situasi Melo. Banyak yang mempertanyakan mengapa Juventus memperlakukan gelandang tersebut dengan cara yang demikian.
Melo menjadi salah satu transfer termahal dalam sejarah Juventus, di mana hanya empat pemain yang lebih mahal dibanding dirinya. Di Barcelona, ia juga mencatatkan rekor sebagai pemain termahal kedua yang dijual setelah Neymar.
Transfer melibatkan Melo dan Miralem Pjanic tersebut memang banyak dibicarakan. Ini juga sempat menarik perhatian pihak berwenang di Italia. Namun, tidak terdapat bukti penyelewengan setelah penyelidikan.
Saat ini, Melo sudah lebih dari empat tahun tidak bermain untuk Juventus. Penampilan terakhirnya terdaftar pada 11 Mei 2022, saat ia masuk sebagai pengganti di final Coppa Italia. Juventus telah empat kali meminjamkannya untuk mengurangi beban keuangan tim.
Sekarang, Melo yang memiliki kontrak hingga tahun 2027 dengan gaji tahunan lima juta euro, sedang mencari solusi untuk berpisah dari Juventus. Situasi ini mendesak, mengingat bursa transfer akan segera ditutup.
Media internasional melaporkan bahwa Melo sangat diminati oleh Besiktas, di mana ia sebelumnya bekerja sama dengan pelatih Vincenzo Italiano di AC Florentina.
Selama masa peminjaman, Melo mencatatkan sejarah menarik. Ia dipinjamkan ke Liverpool namun hanya tampil selama 13 menit. Setelah itu, ia berpindah ke Girona dan terakhir kembali ke klub masa kecilnya, Gremio. Sayangnya, tidak ada klub yang ingin menebusnya dalam kesepakatan permanen.
Gremio sempat menunjukkan ketertarikan untuk mempermanenkan Melo. “Jika Juventus siap bernegosiasi, tentu semua orang tahu bahwa saya ingin bertahan,” kata Melo kepada portal olahraga Brasil, Ge Globo. Namun, kesepakatan tetap tak terwujud.
Banyak yang bingung mengapa Juventus tidak melepaskan Melo setelah bertahun-tahun ingin mengeluarkannya dari buku klub. Investasi yang dimulai dengan harapan tinggi kini telah berujung pada kekecewaan.
Perjalanan karier Melo yang awalnya menjanjikan terlihat merosot. Cedera dan kehidupan pribadi yang tidak profesional menjadi hambatan yang tampaknya mempengaruhi karirnya.
Dengan performa yang meningkat saat bersama Gremio, banyak penggemar berharap Melo bisa kembali ke performa terbaik untuk membantu negara di Piala Dunia mendatang. “Ini adalah rumah saya,” katanya mengenai Gremio, menunjukkan keinginannya untuk bertahan di klub tersebut.
“Dari pengalaman-pengalaman yang ada, Melo bisa kembali ke Jerman lebih baik dari sebelumnya,” kata komentator sepakbola Indonesia, Basuki Pramudito. “Kita harus lihat bagaimana Juventus menyesuaikan strategi mereka.”





