Proposal Playoff MLS Dilaporkan Berpotensi Sukses

Jakarta, Maret.id — Pada Juli 2025, Komisaris Major League Soccer (MLS) yang akan segera lengser, Don Garber, menghindari pertanyaan mendalam mengenai masa depan playoff liga tersebut. Saat ditanya oleh jurnalis, Garber hanya memberikan jawaban umum bahwa mereka sedang mempertimbangkan evolusi format kompetisi dan struktur musim reguler.
“Kami sedang melihat evolusi format kompetisi kami yang meninjau struktur berbeda untuk musim reguler kami,” kata Garber. “Kami yakin ini akan membuat setiap pertandingan musim reguler semakin berarti dan melibatkan penggemar kami,” ujar dia.
Meskipun jawabannya cermat, tidak ada detail konkret yang dibeberkan. Hal ini merupakan bagian dari tren selama masa jabatan Garber, di mana ambisi diungkapkan dalam kata-kata namun tidak selalu terlihat dalam tindakan. Namun, gambarannya kini mulai lebih jelas.
The Guardian melaporkan bahwa MLS mempertimbangkan format baru untuk diperkenalkan di musim semi 2028, di akhir musim 2027-28. Proposal ini mencakup penyesuaian pada musim reguler dan realignment berbasis geografis, serta fase pascamusim yang akan melibatkan 20 tim dengan komponen double-elimination. MLS menegaskan bahwa keputusan resmi belum diambil, tetapi reaksi di dunia maya menunjukkan kemarahan yang cukup besar.
Liga ini kini menuntut lebih banyak dari tim-timnya, baik secara finansial maupun kompetitif. Sekarang, mereka berusaha untuk menciptakan sistem yang mampu meningkatkan kepercayaan semua pihak. Sebelumnya, format playoff yang direncanakan akan memulai debut di musim semi 2028 sekaligus beriringan dengan perubahan signifikan pada aturan skuad.
Format yang diusulkan berencana mengganti dua konferensi dengan lima divisi berbasis geografis. Tim dari peringkat 13-20 akan menjalani babak play-in, sementara delapan tim terbaik akan mendapatkan keuntungan dari sistem double-chance. Tim peringkat satu akan melawan tim peringkat delapan, dan seterusnya.
“Tim-tim terbaik di MLS akan tetap kompetitif, tetapi tim di batas persaingan mungkin merasa bahwa mereka perlu sedikit lebih ambisius secara finansial,” jelas analisis tersebut.
Saat membahas masalah pentingnya setiap laga musim reguler, ada kesadaran bahwa tanpa sistem promosi-degradasi, kompetisi bisa terasa kurang intens. Kemudian, dengan format baru, ada insentif nyata untuk berusaha keras agar dapat meningkatkan posisi mereka di playoff.
Dalam perspektif lokal, eks pemain dan penggemar di Indonesia, Budi Santoso, menyatakan, “Saya berharap perubahan ini bisa meningkatkan daya tarik MLS di mata penggemar di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia. Setiap pertandingan harus memiliki makna, dan ini bisa jadi langkah yang positif.”





