Luis Enrique puji semangat PSG usai comeback dramatis di Lille

Jakarta, Maret.id — Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, memuji karakter tanpa henti timnya setelah bermain imbang 2-2 melawan Lille pada Jumat malam. Juara bertahan Eropa itu tampak menuju kekalahan setelah tertinggal dua gol, namun gol-gol di masa injury time dari Vitinha dan Marquinhos menyelamatkan satu poin di Stade Pierre-Mauroy.
Lille, yang dilatih oleh Davide Ancelotti, mengendalikan pertandingan setelah gol pembuka dari Hakon Haraldsson dan tembakan melengkung cemerlang dari pemain pengganti Dilane Bakwa. Namun, sepakan jarak jauh Vitinha pada menit ke-91, diikuti sundulan Marquinhos saat injury time, merenggut kemenangan dari tuan rumah. Kebangkitan dramatis ini menandai hanya kali kedua dalam 60 musim terakhir Ligue 1, di mana tim berhasil terhindar dari kekalahan meski tertinggal dua gol di injury time.
Enrique menegaskan bahwa sikap pantang menyerah tim telah menjadi identitas utama skuadnya selama tiga tahun terakhir. Setelah pertandingan, pelatih asal Spanyol itu menyatakan, “Itulah ciri khas tim ini dalam tiga tahun terakhir. Ketika semua orang mengira kami sudah tamat, kami punya kemampuan untuk membalikkannya. Rasanya menyenangkan, kami bahagia,” kata Enrique.
Ia menambahkan, “Hari ini, saya pikir kami pantas mendapatkan lebih dari hasil ini, tetapi memang begitulah sepakbola. Sepakbola tidak adil, Anda harus mencetak gol. Saya pikir kami pantas mendapatkan poin ini.”
PSG harus menjalani laga ini tanpa winger Ousmane Dembele yang diistirahatkan, sedangkan Bradley Barcola dicoret di tengah spekulasi kepindahan ke Liverpool. Menanggapi hasil hanya dua poin dari dua pertandingan domestik pembuka, Enrique mengatakan, “Anda mungkin berpikir bahwa dua poin dari dua pertandingan tidak banyak, tetapi ketika Anda mempertimbangkan hasil yang kami dapatkan tahun lalu di Rennes dan Lille, kami sebenarnya meraih satu poin lebih banyak dari dua laga itu.”
Pasukan Enrique diharapkan untuk meningkatkan permainan mereka. “Kami berusaha tetap positif, jelas kami perlu berkembang dan tampil di level yang lebih tinggi. Tetapi saya pikir hari ini tim menunjukkan kemampuan untuk berjuang hingga menit terakhir,” ungkapnya.
PSG kini menghadapi tantangan serius untuk memperbaiki pertahanan mereka setelah gagal memenangi dua laga pembuka liga untuk ketiga kalinya dalam 13 musim terakhir. Mereka akan menjamu rival, Monaco, di Parc des Princes akhir pekan depan, dengan target menghentikan catatan tanpa kemenangan mereka. Ini akan menjadi ujian ketangguhan penting bagi tim sebelum jeda internasional.
“Saya berharap PSG dapat segera menemukan ritme dan kembali ke jalur kemenangan. Kami semua tahu potensi mereka, dan saya yakin setelah pertandingan ini, mereka akan tampil lebih baik,” ujar Antonius, seorang penggemar sepak bola lokal.





