Postecoglou kritisi Al

Jakarta, Maret.id — Pelatih Al-Nassr asal Australia, Ange Postecoglou, memberikan komentar menarik usai timnya kalah 1-2 dari Al-Ittihad dalam laga El Clasico pada Sabtu malam. Pertandingan tersebut merupakan bagian dari pekan kelima Liga Roshn Pro.
Postecoglou menyatakan dalam konferensi pers bahwa Al-Ittihad tidak menunjukkan permainan menyerang yang sama selepas menit-menit awal. Ia menekankan bahwa Al-Nassr merupakan tim yang lebih baik dan lebih aktif dalam menciptakan peluang sepanjang laga.
“Yang saya saksikan dalam pertandingan ini adalah bahwa setelah menit ke-15 hanya ada satu tim yang menciptakan peluang, yaitu Al-Nassr. Apa yang dilakukan para pemain kami membuktikan bahwa mereka memiliki karakter,” kata Postecoglou.
Pelatih asal Australia itu juga membahas reaksi para pemainnya setelah awal yang sulit. Ia menyebutkan bahwa setiap pertandingan memiliki dinamika yang berbeda, dan terkadang, penurunan konsentrasi dapat terjadi di beberapa periode pertandingan, tetapi ia mengagumi reaksi timnya.
“Setiap pertandingan adalah peristiwa yang berbeda. Jika kita melihat setiap pertandingan secara terpisah, penyebab penurunan konsentrasi berbeda di setiap laga, dan ketika kami melihat reaksi tim kami, setiap kali selalu lebih baik,” ujarnya.
Postecoglou menekankan kejadian di babak kedua di mana Al-Ittihad tidak menciptakan ancaman nyata terhadap gawang Al-Nassr. Meski demikian, timnya mendapatkan berbagai peluang untuk menyamakan kedudukan.
“Di babak kedua Al-Ittihad tidak memiliki peluang nyata, sementara kami mendapatkan setidaknya lima kali kesempatan. Seandainya kami menyamakan kedudukan, keadaannya akan berbeda. Para pemain telah melakukan tugas mereka dan saya tidak bisa meminta lebih dari itu,” tambahnya.
Ia memuji penampilan para pemainnya yang mampu menyikapi peluang, tetapi menyebut kiper Al-Ittihad, Predrag Rajkovic, sebagai salah satu faktor yang menggagalkan goal.
“Peluang yang kami dapatkan dihalau oleh kiper Al-Ittihad. Ini adalah sepak bola, dan hal itu bisa terjadi. Kami juga tidak mampu mengirim bola dengan baik di tendangan sudut,” jelas Postecoglou.
Di akhir pernyataannya, ia mengekspresikan rasa kecewa usai kekalahan tersebut. Namun, ia juga menegaskan bahwa Al-Nassr menunjukkan karakter mereka di babak kedua, dengan potensi untuk mencetak lebih dari satu gol.
“Mengecewakan bagi kami untuk kalah, terutama di 15 menit pertama. Namun di babak kedua, kami menunjukkan kualitas yang sesungguhnya dan bisa saja mencetak banyak gol, tetapi kami tidak beruntung,” jelasnya.
Saat memberikan tanggapan mengenai laga ini, seorang penggemar sepak bola Indonesia, Hendra, mengatakan, “Saya percaya Al-Nassr akan bangkit dari kekalahan ini. Tim ini memiliki potensi besar dan para pemain harus tetap optimis untuk laga-laga berikutnya.”





