Olahraga

Performa Gemilang Inter Milan Usai Menang atas Juventus

Jakarta, Maret.id — Mantan bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, berbagi pengalaman berharga tentang perjalanan kariernya di Eropa saat tampil di podcast The Late Run. Ia mengenang kepindahannya ke Hamburg pada usia 16 tahun dan tantangan yang dihadapinya di era awal tinggal jauh dari tanah kelahirannya, Korea Selatan.

Son mengungkapkan bagaimana dia merasakan gegar budaya dan isolasi saat pertama kali tiba di Eropa. Ia hampir menolak tawaran pindah ke LAFC di Major League Soccer (MLS), namun akhirnya mengubah pikirannya setelah beberapa tahun mendapat pendekatan dari klub tersebut.

Proses adaptasi di Jerman menjadi tantangan terbesar bagi Son. Menanggapi cara dia belajar bahasa Jerman, pemain berusia 31 tahun itu mengandalkan serial animasi SpongeBob SquarePants sebagai alat utama belajarnya. “Itu benar sekali,” kata Son saat ditanya soal kartun tersebut. “Sebagai kartun, saya rasa mereka berbicara sangat cepat sehingga pada awalnya saya tidak bisa mengerti, tetapi saya tetap melihat gambarnya dan mencoba memahaminya dalam pikiran saya,” ujar Son.

Menghadapi tantangan jauh dari keluarganya, Son mengakui bahwa pengalaman tersebut sangat berat. Namun, ia percaya bahwa pengorbanan tersebut pada akhirnya membentuk fondasi kesuksesannya. “Jauh dari keluarga saat berusia 16 tahun, itu benar-benar, benar-benar berat,” akunya. “Namun sekarang ketika saya memikirkannya, itu sepadan. Saya berbicara bahasa Jerman, saya mempelajari budayanya, jadi masa-masa sulit ini sepadan,” lanjutnya.

Son tidak hanya mengenang masa-masa sulit di Jerman, tetapi juga perjalanan luar biasa bersama Tottenham Hotspur, termasuk momen indah saat mencapai final Liga Champions 2019. Ia juga berbicara tentang kemitraannya dengan Harry Kane, serta penurunan performa Dele Alli. Ketika ditanya tentang pendapatnya dalam perdebatan pemain terbaik sepanjang masa (GOAT), Son memilih Cristiano Ronaldo, sambil mengakui kehebatan Lionel Messi.

Kini, saat menjalani karier di Amerika Serikat, Son mengaku terkejut dapat mengisi stadion NFL setiap pekan. “Pengalaman ini sangat luar biasa,” katanya. Hal ini mencerminkan betapa jauh perjalanan yang telah dilaluinya dari seorang remaja di Korea Selatan hingga menjadi bintang global di MLS.

Salah satu penggemar sepak bola di Indonesia, Budi, menanggapi perjalanan Son dengan mengatakan, “Inspirasi dari perjalanan Son Heung-min sangat menggerakkan. Dia menunjukkan bahwa ketekunan dan pengorbanan bisa membawa kesuksesan yang luar biasa.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button