Pochettino Siap Beri Kesempatan untuk Cavan Sullivan dan Zavier Gozo

Jakarta, Maret.id — Pelatih Tim Nasional Putra Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyampaikan pesan kepada semua pemain muda yang berharap dipanggil: “Saya melihat kalian.”
Cavan Sullivan, Zavier Gozo, Julian Hall, Adri Mehmeti, Mathis Albert, dan Diego Kochen merupakan beberapa nama yang tengah diperhatikan oleh Pochettino. Ia mengaku sangat antusias dengan talenta muda yang muncul di dunia sepak bola Amerika.
“Kami memantau semuanya,” ujar Pochettino. Ia menambahkan bahwa tim pemantau dan dirinya secara langsung juga terlibat dalam proses pengamatan pemain-pemain muda ini.
Pochettino akan menentukan siapa yang siap untuk melangkah ke level berikutnya. Sementara banyak remaja berusaha mendapatkan tempat di tim, keputusan tentang kapan dan siapa yang dipanggil sangat krusial. “Memberi seorang pemain terlalu banyak terlalu cepat bisa menghambat perkembangan mereka,” kata Pochettino.
Dengan laga uji coba melawan Peru, Chile, Meksiko, dan Kanada akan segera berlangsung, kesempatan bagi bintang-bintang muda untuk membuktikan diri semakin dekat. Pertandingan-pertandingan ini menjadi penting karena menandai akhir tahun kalender mereka.
“Kesempatan untuk bekerja dengan generasi berikutnya menjadi alasan saya kembali setelah Piala Dunia,” tambahnya. Ia berharap dapat memberikan kesempatan bagi pemain-pemain muda berbakat.
Sullivan, yang berusia 16 tahun, telah menunjukkan performa mengesankan dengan mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan terakhir. Banyak yang percaya ia sudah siap bersaing di level internasional. “Siapa yang lebih baik dari anak ini? Ia adalah salah satu yang pantas mendapatkan kesempatan,” kata mantan kiper Timnas, Tim Howard, di Podcast Unfiltered.
Sullivan mengungkapkan keyakinannya untuk bisa berkontribusi bagi tim. “Saya percaya saya bisa membantu tim saya menang,” tambahnya saat berbicara di Podcast State of the Union.
Zavier Gozo, yang hampir masuk skuad Piala Dunia, juga menunggu kesempatan serupa setelah pindah ke Crystal Palace. “Saya berpikir saya pantas ada di sana, tetapi itu keputusan pelatih,” ungkapnya.
Pochettino mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam pengembangan pemain muda dan bagaimana mereka bisa menunjukkan kesiapan. “Kami harus berhati-hati,” kata Pochettino. Ia mengamati kedewasaan dan profesionalisme sebagai aspek penting dalam memilih pemain.
Pemain muda diharapkan tidak hanya memiliki bakat, tetapi juga sikap yang tepat. “Rasa hormat adalah hal yang paling penting,” tegasnya. Pochettino menekankan bahwa pemain harus belajar menghormati satu sama lain dan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Chris Richards dari USMNT percaya pada kombinasi antara pemain muda dan pengalaman. “Kami perlu memiliki beberapa pemain berpengalaman dalam persaingan,” katanya. Proses integrasi ini akan dilakukan secara bertahap.
Indonesians dapat melihat potensi besar dalam generasi muda sepak bola Amerika. “Saya optimis melihat perkembangan pemain muda kita, dan semoga mereka bisa membawa prestasi bagi tim nasional,” kata seorang pengamat sepak bola lokal.





