Jaga Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Meski Dapur Berjarak 12 Km!

Jakarta, Maret.id — Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu dapur yang bekerja sama dengan Hotel Al-Hidayah untuk memastikan kualitas dan kebersihan makanan yang disiapkan bagi ribuan jemaah haji. Inspeksi ini dilakukan mengingat jarak antara dapur dan hotel mencapai sekitar 12 kilometer, yang berpotensi mempengaruhi kelayakan makanan yang didistribusikan.
Fokus pada Kualitas dan Kebersihan
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Ansory Siregar, menjelaskan bahwa Hotel Al-Hidayah menggandeng enam dapur katering untuk memenuhi kebutuhan makanan jemaah. Dari enam dapur tersebut, empat berada dalam radius sekitar 2,5 kilometer dari hotel, sementara dua lainnya terletak lebih jauh, yaitu sekitar 10 hingga 12 kilometer. Karena itu, perhatian khusus diberikan kepada dapur-dapur yang memiliki jalur distribusi paling panjang.
Inspeksi Dapur Almusafirun
“Kami sengaja datang langsung ke dapur Almusafirun karena ini dapur dengan jarak distribusi paling jauh ke Hotel Al-Hidayah, sekitar 12 kilometer,” ungkap Ansory. Ia menambahkan bahwa tujuan dari sidak tersebut adalah untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan distribusi berjalan tepat waktu meski jaraknya cukup jauh.
Tim Pengawas Haji juga melakukan pengecekan langsung terhadap proses produksi makanan, kebersihan area dapur, kesiapan tenaga kerja, dan sistem pengemasan makanan. Dialog dengan manajemen dapur pun dilakukan terkait mekanisme pengiriman makanan agar tetap layak konsumsi saat diterima oleh jemaah.
Pentingnya Higienitas dan Ketepatan Distribusi
Ansory menekankan bahwa faktor jarak tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan konsumsi. Ia berharap semua vendor katering harus memprioritaskan higienitas dan ketepatan distribusi sebagai perhatian utama. “Kami mengapresiasi pelayanan yang sudah berjalan baik saat ini, namun kami mengingatkan agar manajemen dapur senantiasa menjaga ritme kerja, ketepatan waktu distribusi, serta penerapan higienitas secara ketat,” pungkasnya.
Tim Pengawas Haji akan terus memantau kualitas dan distribusi makanan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah haji selama menjalankan ibadah haji.





