Politik

Rijanto Manuver Peremajaan Tebu, Sinyal Perubahan Petani!

Jakarta, Maret.id — Bupati Blitar, Rijanto, menekankan pentingnya peremajaan lahan tebu melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan produktivitas hasil panen petani tebu di Kabupaten Blitar. Pernyataan tersebut disampaikan saat acara Tanam Tebu Perdana yang berlangsung di lahan Koperasi Karyawan Perkebunan Gambar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, pada Senin (25/5/2026).

Peluncuran Program Bongkar Ratoon

Didampingi oleh jajaran Forkopimda, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan, serta kepala perangkat daerah, Rijanto turut langsung menanam benih tebu KBD bersertifikat. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam tebu di Kabupaten Blitar. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Blitar menetapkan target untuk melakukan bongkar ratoon tebu seluas 5.600 hektare dan memperluas areal tanam baru seluas 500 hektare.

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan daerah terhadap target pengembangan kawasan tebu nasional yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. Rijanto mengungkapkan, “Melalui program ini, kami ingin produktivitas tebu di Kabupaten Blitar terus meningkat. Penggunaan benih bersertifikat dan pola budidaya yang baik menjadi langkah penting agar hasil panen petani lebih optimal.”

Pentingnya Peremajaan Lahan

Rijanto mengungkapkan bahwa banyak lahan tebu di Kabupaten Blitar yang telah berusia lebih dari lima tahun, namun belum pernah dilakukan bongkar ratoon. Hal ini menyebabkan penurunan produktivitas secara signifikan. Untuk itu, peremajaan lahan dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kualitas dan hasil produksi tebu petani di wilayah tersebut.

Bupati Blitar juga menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada gula nasional tidak hanya dapat dicapai oleh pemerintah sendiri, tetapi memerlukan sinergi dari semua pihak. “Kami berharap sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, stakeholder, pelaku usaha, para petani tebu, serta dukungan para PPL dapat berjalan semakin kuat. Dengan kerja bersama, target yang diberikan pemerintah pusat kepada Kabupaten Blitar bisa tercapai,” tambahnya.

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sebagai seorang politisi dari PDI Perjuangan, Rijanto menyoroti peran penting sektor perkebunan tebu dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong berbagai program yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dengan berbasis pada potensi daerah.

Dalam upaya ini, Pemkab Blitar akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil sejalan dengan tujuan yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung program pemerintah. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan pertanian lainnya di daerah.

Dengan adanya perhatian yang serius terhadap sektor pertanian, khususnya gula dari tebu, harapannya adalah Kabupaten Blitar dapat menjadi salah satu daerah yang berkontribusi besar dalam ketahanan pangan nasional, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button