Politik

Prabowo Lempar Candaan Reshuffle, Dukung Evaluasi Terhadap Zulhas!

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul, mengemukakan bahwa agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto umumnya telah dipersiapkan secara matang dan terstruktur. Menurutnya, kesalahan dalam penyebutan lokasi seharusnya bisa dihindari.

Kritik Terhadap Kesiapan Kunjungan

Adib menilai bahwa dalam konteks perencanaan yang dilakukan oleh presiden, seharusnya semua hal telah tersusun dengan rapi. “Jadi seharusnya tidak boleh ada kesalahan menyebut nama desa. Itu fatal sebetulnya,” ujar Adib. Meskipun Prabowo tidak mempermasalahkan insiden ini dalam suasana kunjungan, bagi publik, kekeliruan tersebut tetap terlihat sebagai celah dalam koordinasi serta persiapan kerja.

“Persepsi publik menunjukkan bahwa jika semua sudah dipersiapkan matang tetapi masih terjadi kesalahan, itu bisa dinilai sebagai tanda bahwa ada pekerjaan yang tidak beres, sekecil apa pun,” lanjutnya. Hal ini mencerminkan bahwa meskipun kesalahan kecil, dampaknya bisa besar dalam pandangan masyarakat.

Candaan Prabowo: Sinyal Untuk Zulhas?

Lebih lanjut, Adib menyoroti candaan Prabowo yang menyiratkan kemungkinan reshuffle terhadap Zulhas, Menteri Koordinator Pangan, sebagai sinyal atau teguran halus terkait kinerja pejabat tersebut. “Mungkin ini ancaman halus dari Prabowo bahwa Menko Pangan ini tidak beres,” tegasnya.

Adib berpendapat bahwa pesan yang disampaikan Prabowo tidak hanya ditujukan kepada Zulhas tetapi juga kepada seluruh jajaran kabinet. Ia menekankan bahwa status sebagai ketua umum partai politik tidak membuat seorang menteri kebal dari evaluasi yang ketat.

Pesan Untuk Kabinet

“Pesan yang ingin disampaikan Prabowo adalah, mau ketua umum partai sekalipun, yang memiliki daulat tetaplah rakyat. Jika rakyat menilai kinerja tidak becus, maka mereka bisa saja di-reshuffle,” jelas Adib. Hal ini mencerminkan pressure yang sedang dihadapi oleh para menteri dalam kabinet Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo menghadiri panen raya udang di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, pada tanggal 23 Mei 2026. Dalam sambutannya, Prabowo sempat salah menyebut lokasi acara sebagai Desa Karang Duwur. Kecelakaan kata ini langsung direspon oleh warga yang hadir, yang kemudian mengoreksi nama desa tersebut.

Menanggapi hal itu, Prabowo bercanda dengan menyalahkan Zulhas, “Waduh ini Menko tadi salah nama, perlu di-reshuffle enggak ini kira-kira?” canda Prabowo, yang disambut dengan tawa oleh para warga yang hadir. Sebuah momen yang sebenarnya merefleksikan ekspektasi tinggi masyarakat terhadap pemerintahannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button