Presiden Pastikan 1.098 Sapi Kurban Sumber dari Peternak Lokal!

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa pengadaan sapi kurban untuk Presiden Indonesia kali ini melibatkan koordinasi lintas instansi. Dalam konferensi pers yang digelar di Istana Merdeka pada Senin, 26 Mei 2026, Juri menjelaskan tentang proses tersebut.
Koordinasi Lintas Instansi
Proses pengadaan sapi kurban melibatkan sejumlah kementerian mulai dari Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden, hingga Kementerian Pertanian. Selain itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di daerah juga ikut serta dalam memastikan bahwa kebutuhan hewan kurban dapat terpenuhi sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Juri menambahkan bahwa pemerintah juga bekerja sama dengan Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI). Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan hewan kurban sesuai dengan kualitas yang diharapkan, di mana semua sumber sapi diambil dari peternak lokal.
Peternakan Lokal dan Kualitas Ternak
“Sumber-sumber sapi semuanya berasal dari peternak lokal,” ujar Juri. Ia juga menyampaikan harapannya agar bantuan kurban Presiden ini bisa menjadi momentum bagi para peternak untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak mereka, seiring dengan meningkatnya kebutuhan sapi kurban setiap tahunnya.
Menurut Juri, Bapak Presiden berharap bahwa pengadaan sapi kurban ini juga dapat memberikan dorongan untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Standar Kesehatan Hewan Kurban
Seluruh hewan kurban yang disiapkan untuk Presiden adalah sapi premium seperti Simental, Limosin, Brahman, Angus, Belgian Blue, dan Charolais. Hewan-hewan ini memiliki bobot lebih dari 800 kilogram, telah mendapatkan sertifikat kesehatan, dan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh syariat Islam untuk hewan kurban.
“Sapi yang dipilih telah berusia lebih dari dua tahun dan berjenis kelamin jantan,” jelas Juri. Dengan ketersediaan sapi berkualitas, diharapkan program kurban ini tidak hanya memenuhi kebutuhan umat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi peternak lokal.





