Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Premium untuk Kesejahteraan Rakyat!

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengungkapkan bahwa pemerintah akan mendistribusikan 598 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan kurban di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Ini merupakan langkah yang diambil untuk memastikan bahwa semua daerah mendapatkan akses untuk melaksanakan ibadah kurban.
Alokasi Sapi Berdasarkan Ketersediaan
Juri menyebutkan bahwa dari 598 ekor sapi yang dialokasikan, sebanyak 46 daerah mengalami kendala dalam menyediakan sapi yang memenuhi standar bobot kurban yang disyaratkan Presiden, yaitu antara 800 kilogram hingga 1,3 ton. Untuk daerah-daerah yang terdampak ini, pemerintah telah menyiapkan dua ekor sapi agar semua wilayah tetap bisa melaksanakan kurban tahun ini.
“Hari ini kami pastikan bahwa semua provinsi dan kabupaten/kota akan menerima total 598 sapi untuk kebutuhan kurban,” ungkap Juri dalam konferensi pers yang berlangsung pada Selasa pagi, 26 Mei 2026.
Distribusi ke Lembaga Pendidikan dan Sosial
Selain fokus pada pemerintah daerah, Presiden Prabowo Subianto juga berkomitmen menyalurkan 500 ekor sapi kurban kepada berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial keagamaan, serta tokoh masyarakat dan agama. Juri menekankan pentingnya bantuan ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perayaan kurban.
“Sapi kurban ini akan diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta tokoh masyarakat dan agama di banyak daerah,” jelasnya.
Kualitas Sapi Kurban dan Kepatuhan Syariah
Juri juga memberikan penjelasan mengenai jenis sapi yang disalurkan. Sapi-sapi tersebut adalah jenis premium, termasuk Simental, Limosin, Pranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Charolais. Dia menegaskan bahwa semua sapi yang disediakan telah memenuhi syarat syariat Islam, dengan usia di atas dua tahun, jantan, dan dalam kondisi sehat.
“Tidak hanya memenuhi bobot yang ditentukan, sapi-sapi ini juga telah memiliki surat keterangan kesehatan hewan. Dengan demikian, kami memastikan bahwa semua sapi yang disalurkan adalah sapi yang sehat,” tutupnya.





