Politik

Manuver Wiwin: Respon Tegas atas Kenaikan Harga Pangan

Jakarta, Maret.id — Kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Jawa Timur menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menyatakan bahwa lonjakan harga selama beberapa pekan terakhir disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks, termasuk kondisi politik global dan cuaca ekstrem.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Menurut Wiwin, faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga adalah perubahan geopolitik dunia yang berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM ini berimbas langsung pada biaya distribusi dan produksi pangan di tingkat lokal.

“Pertama, kondisi politik global ini mempengaruhi harga BBM,” ujar Wiwin saat pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Jombang di Ballroom Gedung Niaga pada 30 Mei 2026. Dia juga menambahkan bahwa tingginya permintaan pangan dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan harga.

Perubahan Cuaca dan Inflasi

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Cuaca yang tak menentu berpotensi mengurangi hasil panen para petani. “Ketiga, ini perubahan cuaca yang luar biasa sehingga mempengaruhi panen,” terang Wiwin.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi tahunan di wilayah tersebut. Pada April 2026, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,85 persen, didorong oleh harga sejumlah komoditas pangan seperti beras dan minyak goreng.

Langkah Antisipatif Pemerintah

Untuk menghadapi tantangan ini, Wiwin mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera mengambil langkah-langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga. “Kami meminta Pemprov Jatim melakukan operasi pasar agar harga tidak semakin melambung,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyarankan agar pemerintah daerah memperluas bantuan bibit tanaman pangan kepada masyarakat secara umum, bukan hanya petani. “Kami ingin masyarakat juga bisa menanam tanaman pangan sendiri,” tambahnya.

Wiwin yang juga merupakan Anggota Komisi B DPRD Jatim menjelaskan bahwa peningkatan ketahanan pangan harus dilakukan dari tingkat keluarga dan masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar. Sebagai bagian dari upaya ini, PDI Perjuangan telah meluncurkan program Posko Pangan di Kabupaten Jombang, yang bertujuan untuk menanam berbagai tanaman pangan alternatif.

“Di DPC PDI Perjuangan Jombang, kami membangun Posko Pangan dengan menanam varian tanaman pangan pengganti beras. Ini untuk membantu masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi,” pungkasnya.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi beban pengeluaran di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini. Wiwin menyatakan, “Penghematan pengeluaran sangat penting dalam situasi ekonomi yang cukup sulit.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button