Kemenhaj Gas Pol Siapkan Layanan Haji 2024 dengan Evaluasi Menyeluruh!

Jakarta, Maret.id — Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, mengungkapkan rasa syukur atas kesuksesan tahapan puncak ibadah haji tahun ini. Menurutnya, keberhasilan fase Mina merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat, termasuk penyelenggara, petugas, dan jemaah haji Indonesia.
Penutupan Fase Mina
“Alhamdulillah, fase Mina telah berakhir dengan baik. Hari ini, pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Mina kini bersih dari jemaah haji Indonesia,” ungkap Menhaj di Makkah pada Minggu, 31 Mei 2026.
Menhaj menjelaskan proses pemulangan jemaah dilakukan dalam dua tahap. Jemaah yang memilih Nafar Awal kembali ke hotel pada tanggal 12 Zulhijjah, sedangkan jemaah Nafar Tsani menyelesaikan ibadah mereka dan kembali ke hotel pada 13 Zulhijjah.
Layanan Berlanjut Pasca Mina
Meskipun fase Mina telah berakhir, Menhaj menegaskan bahwa layanan untuk jemaah haji tetap akan berlanjut. Beberapa jemaah telah melaksanakan tawaf ifadah antara 10 hingga 13 Zulhijjah, sementara yang lain masih menyelesaikan tawaf ini serta ibadah lainnya sebelum bertolak kembali ke Tanah Air.
Ia juga menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk terus mendampingi jemaah yang belum menyelesaikan tawaf ifadah. Pendampingan ini diharapkan dapat mencegah kepadatan di area tawaf dan memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia serta yang berisiko tinggi.
Apresiasi kepada Jemaah dan Petugas
Dalam pernyataannya, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan dan kerjasama yang ditunjukkan selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PPIH Arab Saudi yang telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan.
“Saya sampaikan penghargaan kepada jemaah haji Indonesia atas ketertiban selama menjalani rangkaian ibadah. Terima kasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur,” kata Menhaj.
Menhaj juga mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan setelah menyelesaikan puncak ibadah haji. Proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air dijadwalkan mulai berlangsung dari 1 Juni hingga 30 Juni 2026 secara bertahap.
“Jemaah kami minta untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Proses kepulangan jemaah akan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Menhaj menegaskan bahwa berakhirnya fase Mina bukanlah akhir dari tanggung jawab penyelenggaraan haji. Kemenhaj akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua tahapan layanan sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan haji tahun mendatang.
Pada 29 Mei 2026, Kemenhaj telah menerima informasi awal serta timeline penyelenggaraan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi. Data ini akan menjadi acuan bagi Kemenhaj untuk menyiapkan segala sesuatunya sejak dini.
Komitmen Kemenhaj dan DPR RI
Kemenhaj berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan DPR RI dalam mempersiapkan operasional haji 2027 secara lebih matang. Menhaj menilai, pengalaman dalam persiapan lebih awal tahun ini memberikan dampak signifikan terhadap keteraturan dan kualitas layanan serta kesiapan seluruh unsur penyelenggara.
“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal berpengaruh besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara. Kami ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih teratur, ramah terhadap lansia, serta meningkatkan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi jemaah,” tandas Menhaj.





