Politik

Hari Lahir Pancasila Memacu Kekuatan Persatuan Bangsa yang Tak Terbantahkan!

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menekankan bahwa Pancasila tidak hanya merupakan dasar negara, tetapi juga pedoman yang wajib diintegrasikan ke dalam setiap kebijakan dan tindakan. Pernyataannya ini disampaikan dalam konteks pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di tengah tantangan global dan dinamisnya situasi nasional.

Pentingnya Nilai Persatuan dan Keadilan Sosial

“Di tengah berbagai tantangan global dan dinamika nasional, nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial menjadi semakin penting untuk dijaga,” ujar Shanty dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Senin, 1 Juni 2026. Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai bahwa momentum Hari Lahir Pancasila seharusnya dimaknai sebagai pengingat bahwa pembangunan nasional harus berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pernyataan Shanty juga menunjukkan bahwa dalam konteks kehidupan demokrasi yang semakin kompleks, Pancasila harus menjadi fondasi utama yang mempersatukan bangsa. “Oleh karena itu, semangat toleransi, musyawarah, dan kebersamaan perlu terus diperkuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Komitmen untuk Pembangunan yang Berkeadilan

Dalam pandangan Shanty, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak seharusnya hanya menjadi seremoni tahunan semata. Ia berharap agar peringatan ini bisa memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan nasional. Selain itu, penting juga untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Shanty menekankan bahwa pembangunan yang inklusif akan memberikan akses dan manfaat yang merata, sehingga berbagai lapisan masyarakat dapat merasakan hasil pembangunan yang adil. “Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua masyarakat dapat berkontribusi dan merasakan hasil dari pembangunan yang dilakukan,” tambahnya.

Menjaga Keharmonisan di Tengah Perbedaan

Shanty mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam masyarakat adalah wajar dalam sebuah demokrasi. Namun, ia menegaskan bahwa harus ada kesepakatan untuk selalu mengedepankan Pancasila sebagai solusi dalam merespon perbedaan tersebut. “Dengan demikian, kita bisa menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Ia percaya bahwa semangat Pancasila mampu mempersatukan meskipun ada berbagai konflik kepentingan dan perbedaan pandangan. Shanty menutup pernyataan dengan harapan agar nilai-nilai Pancasila semakin dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap elemen masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai tersebut, sehingga Pancasila mampu menjadi pedoman yang relevan dalam menghadapi tantangan ke depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button