Menko AHY Desak Diaspora Berperan Aktif Capai Target Ekonomi!

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), baru-baru ini menyampaikan pentingnya percepatan sejumlah program strategis nasional dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia, Jose A.M. Tavares, serta komunitas diaspora di Moskow, pada Minggu, 31 Mei 2026.
Program Strategis untuk Pembangunan Nasional
Menko AHY merinci proyek-proyek penting yang memerlukan perhatian cepat. Fokus utamanya adalah pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa yang diperkirakan menelan biaya investasi mencapai 80 miliar Dolar AS. Selain itu, terdapat Program Pembangunan 3 Juta Rumah dan pengembangan jaringan perkeretaapian lintas pulau yang didasarkan pada Transit Oriented Development (TOD).
Di samping itu, pemerintah juga memfokuskan pada penataan permukiman nelayan melalui Gerakan Indonesia ASRI. Program lainnya adalah penguatan ketahanan air serta implementasi kebijakan jalan yang dikenal sebagai Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL) yang ditargetkan dapat diterapkan sepenuhnya pada tahun 2027.
Peran Diaspora dalam Percepatan Ekonomi
Untuk merealisasikan tujuan tersebut dan memaksimalkan dampak ekonomi, AHY mengajak komunitas diaspora untuk mengambil peran aktif. “Saya berharap WNI di Rusia dapat bertindak sebagai mitra distribusi dan penghubung bisnis untuk memperluas jaringan bisnis,” kata AHY dalam pernyataan tertulis, Selasa, 2 Juni 2026.
Saat ini, pemerintah Indonesia tengah memacu ekspor produk perikanan, kopi, rempah-rempah, dan hasil maritim ke pasar Rusia. Dalam rangka mendukung hal ini, diaspora diharapkan dapat membentuk asosiasi pengusaha yang bisa menjadi distributor resmi di Moskow, St. Petersburg, dan kota-kota lain.
Sinergi dalam Sektor Ekonomi dan Investasi
AHY menjelaskan lebih lanjut tentang tantangan yang ada, termasuk kendala teknis seperti logistik dan fasilitas rantai pendingin (cold chain). “Selain dari aspek perdagangan, diaspora juga diharapkan dapat menjembatani transfer pengetahuan, promosi investasi, dan kemitraan dalam sektor energi serta kemaritiman,” tandas Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
Dukungan dan kolaborasi dari diaspora dinilai sangat penting dalam rangka memperkuat posisi Indonesia di pasar global, terutama di Rusia. Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah optimis dapat meningkatkan nilai ekspor dan memperkuat hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia.





