Politik

DPR Desak Pemerintah Cegah Pelemahan Rupiah yang Ganggu Target Ekonomi 2027!

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengingatkan pemerintah untuk menargetkan nilai tukar Rupiah dapat berada dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per Dolar AS dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun 2027.

Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026, Saan menekankan pentingnya pencapaian target tersebut. “Posisi Rupiah yang kini telah berada di atas Rp18.000 per Dolar AS menjadi sinyal bahwa pemerintah harus berupaya lebih keras untuk mencapai target tersebut,” ungkap Saan.

Permintaan Penanganan Serius

Saan juga menyatakan bahwa untuk mewujudkan target nilai tukar tersebut pada 2027, kondisi yang ada saat ini perlu ditangani secara serius oleh seluruh otoritas yang bertanggung jawab. Ia optimis pemerintah bersama otoritas terkait akan terus berusaha untuk mengendalikan tekanan terhadap Rupiah agar pelemahannya tidak semakin dalam.

Dari keterangan Saan, jelas terlihat urgensi bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis. “Kondisi saat ini menuntut perhatian serius untuk memastikan nilai tukar Rupiah kembali ke jalur yang diinginkan,” tambahnya.

Konsolidasi Kebijakan Fiskal dan Moneter

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI lainnya, Cucun Ahmad Syamsurijal, juga mengajak pemerintah dan Bank Indonesia untuk segera melakukan konsolidasi kebijakan fiskal dan moneter. Hal ini dianggap penting untuk meredam gejolak nilai tukar Rupiah yang semakin tidak stabil.

Menurut Cucun, koordinasi yang kuat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia adalah langkah utama untuk menahan laju pelemahan Rupiah. Ia mengatakan, “Yang harus dilakukan segera, siapa pun yang berinisiatif, baik Menteri Keuangan maupun BI, adalah melakukan konsolidasi fiskal dan moneter dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah ini.”

Instrumen Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas

Cucun juga mengingatkan bahwa Bank Indonesia memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Ia menggarisbawahi pentingnya intervensi di pasar jika tekanan terhadap Rupiah terus berlanjut, dengan dukungan dari cadangan devisa yang memadai.

Dalam perdagangan terbaru, nilai tukar Rupiah tercatat menembus Rp18.028 per Dolar AS pada hari Kamis, menyentuh level terlemah sepanjang sejarah. Dalam situasi ini, langkah-langkah konkret dari pemerintah dan otoritas terkait sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button