Nanik Deyang Tampilkan Latar Biologi dan Perkenalkan Dua Wakil BGN Baru!

Jakarta, Maret.id — Nanik S Deyang, yang baru saja menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengungkapkan bahwa konferensi pers mengenai agenda BGN semestinya dilaksanakan sehari sebelumnya. Namun, hal tersebut baru dapat dilakukan setelah para pimpinan baru BGN menyelesaikan rapat koordinasi internal yang mendesak.
Dengan tegas, Nanik memperkenalkan dirinya dalam konferensi pers tersebut, mengklarifikasi latar belakang akademiknya sebagai sarjana biologi dan bukan seorang sarjana kehutanan. “Saya Nanik S Deyang, Sarjana Biologi ya, bukan Sarjana Kehutanan. Saya ulang, saya Sarjana Biologi. Tadinya Wakil Kepala BGN,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Pergeseran Kepemimpinan di BGN
Pernyataan Nanik disampaikan saat memperkenalkan jajaran pimpinan baru BGN, pasca-pergantian kepemimpinan yang terjadi akibat tersangkutnya mantan Kepala BGN, Dadang Hindayana, dalam kasus dugaan korupsi. Dalam kesempatan itu, Nanik juga memperkenalkan dua wakil kepala BGN yang baru, Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono, beserta latar belakang pengalaman mereka masing-masing.
Agustina Arumsari, yang ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN, memiliki pengalaman selama 34 tahun di bidang pengawasan dan audit. “Beliau sebelumnya adalah Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sesuai penugasan Bapak Presiden, beliau akan mengawasi dengan sangat ketat tata kelola dan keuangan negara di BGN,” jelas Nanik.
Kehadiran TNI dalam BGN
Nanik juga menyinggung alasan di balik penempatan Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai salah satu pimpinan di BGN. Ia menjelaskan bahwa proses pengunduran diri Trenggono telah diajukan, dan beliau akan segera memasuki masa pensiun. “Kenapa TNI aktif? Saya tanyakan, proses pengunduran dirinya sudah diajukan dan dalam waktu dekat beliau akan pensiun. Surat pengunduran dirinya juga sudah diajukan,” kata Nanik menambahkan.
Dengan adanya pergeseran kepemimpinan ini, BGN diharapkan dapat bekerja lebih efektif dan transparan dalam mengatasi tantangan gizi yang ada di Indonesia. Nanik dan jajaran pimpinan baru bertekad untuk mewujudkan tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi pangan dan gizi yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.





