Manuver Koalisi PDIP Temukan Penerima Bansos Tercecer

Jakarta, Maret.id — Upaya pendampingan terhadap warga prasejahtera di Kecamatan Mumbulsari, Jember, menjadi sorotan ketika Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan melakukan verifikasi data bantuan sosial. Aksi ini dilakukan setelah mereka menemukan bahwa beberapa warga layak menerima bantuan namun tidak tercatat dalam sistem.
Sebanyak 58 tahun hidup dalam keterbatasan, seorang wanita bernama Buna menjadi salah satu penerima perhatian dari pengurus PAC. Pada Jumat (5/6/2026) siang, tim PAC PDI Perjuangan di Kecamatan Mumbulsari mendatangi kediaman Buna di RT 004 RW 002 Dusun Ngangkang. Kehadiran mereka bukan sekadar silaturahmi, melainkan untuk memastikan apakah Buna telah mendapatkan haknya sebagai penerima bantuan sosial.
Proses verifikasi ini diinisiasi oleh Ketua PAC, Muhammad Ali, yang dilaksanakan berdasarkan instruksi dari Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto. Dalam pandangannya, politik harus ditujukan untuk mendukung rakyat, terutama mereka yang hak-haknya belum sepenuhnya terpenuhi.
Pentingnya Data Akurat dalam Penyaluran Bantuan Sosial
Hasil verifikasi menunjukkan bahwa Buna berhak menerima bantuan sosial dari pemerintah. Namun, temuan ini membawa sebuah pertanyaan besar: jika Buna terlewat, berapa banyak warga lain yang mungkin mengalami hal serupa?
Persoalan bantuan sosial di Kecamatan Mumbulsari tidak hanya sekadar angka dan data. Di balik setiap penerimaan bantuan, terdapat kisah-kisah hidup yang beragam, mulai dari janda lanjut usia, keluarga miskin, hingga warga rentan lainnya. Sekretaris PAC PDI Perjuangan Mumbulsari, Mega Nusantara, menegaskan bahwa masih banyak kelompok masyarakat yang layak mendapat bantuan tetapi belum sepenuhnya terakomodasi dalam sistem yang ada.
“Banyak warga yang seharusnya mendapatkan bantuan namun belum tercatat. Oleh karena itu, kami ambil langkah langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan,” tegas Mega.
Tanggapan Pemerintah Terhadap Masalah ini
Temuan tentang adanya warga prasejahtera yang belum mendapatkan bantuan tersebut segera disampaikan kepada pemerintah setempat. Camat Mumbulsari, R.B Abdul Kadir, yang akrab disapa Ading, merespons dengan sigap. Ia segera memerintahkan perangkat Desa Karang Kedawung untuk melakukan verifikasi dan pendataan ulang. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa data yang digunakan sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Verifikasi yang berlangsung itu bukan hanya sekedar urusan administratif semata. Bagi keluarga seperti Buna, keberadaan data yang akurat dapat mempengaruhi apakah mereka menerima bantuan atau harus berjuang sendiri menghadapi kesulitan yang ada.
Harapan bagi Masyarakat Prasejahtera
Di Mumbulsari, bantuan sosial kini bukan lagi sekadar angka statistik. Program bantuan tersebut memiliki makna yang lebih dalam, yaitu sebagai alat untuk menyalurkan keadilan sosial kepada mereka yang paling membutuhkan. Proses verifikasi ini menjadi jalan untuk menemukan warga-warga yang mungkin telah lama terabaikan oleh sistem.
Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari menunjukkan pentingnya kehadiran pemerintah di tingkat akar rumput. Dengan intervensi yang tepat, diharapkan bantuan sosial dapat sampai ke tangan yang seharusnya. Sebab, bagi warga kecil, bantuan bukan hanya sebuah program pemerintah, tetapi juga sebuah harapan untuk membantu mereka bertahan menghadapi tantangan kehidupan.





