Politik

ICMI Pertegas: Makan Gratis dan Kopdes Masih Banyak Kekurangan!

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Prof. Arif Satria, mengemukakan pandangannya mengenai pentingnya transformasi ekonomi yang sejalan dengan transformasi sosial. Hal ini disampaikan dalam sebuah webinar bertajuk “Road To Rembuk Ekonomi Nasional” yang berlangsung pada Jumat malam, 5 Juni 2026.

Transformasi Ekonomi dan Sosial

Prof. Arif menegaskan bahwa saat ini, sistem ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial. “Transformasi ekonomi dan transformasi sosial perlu dikawal secara berkesinambungan, agar manfaat dari pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen ICMI untuk mendorong adanya solusi yang inklusif dalam pembangunan ekonomi.

Dalam konteks ini, Arif Satria, yang juga menjabat sebagai Rektor IPB University, menilai beberapa program yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto sangat penting. Menurutnya, program-program tersebut dirancang untuk menjangkau masyarakat di tingkat bawah atau grassroots, dan dapat berfungsi sebagai instrumen untuk mengurangi ketimpangan sosial ekonomi. “Gagasan-gagasan dari Bapak Presiden yang menyentuh grassroots adalah bagian dari inklusivitas pertumbuhan,” katanya.

Catatan Kritis Terhadap Implementasi Program

Meskipun ICMI memberikan pujian terhadap gagasan-gagasan tersebut, Arif menekankan perlunya evaluasi yang lebih mendalam terhadap implementasinya. Ia menyatakan bahwa saat ini, praktik di lapangan masih jauh dari harapan dan membutuhkan perbaikan yang signifikan untuk mencapai hasil yang optimal. “Evaluasi total perlu dilakukan untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” tegasnya.

Arif juga menyoroti dua program utama yang saat ini sedang diterapkan secara masif oleh pemerintah, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. “Penyempurnaan dalam pelaksanaan program-program tersebut sangat dibutuhkan. Kita harus terus mendorong bagaimana perkembangan MBG maupun Koperasi Merah Putih,” cetusnya.

Intervensi Sosial dan Ekonomi Lokal

Lebih lanjut, Arif menekankan bahwa baik MBG maupun Kopdes Merah Putih adalah bentuk intervensi sosial yang penting dalam mendukung ekonomi lokal. Ia menyatakan bahwa intervensi semacam ini harus direncanakan dengan baik agar masyarakat desa tidak hanya menjadi penonton dalam arus investasi yang masuk ke Indonesia. “Kedua gagasan tersebut merupakan upaya sosial yang sejajar dengan pertumbuhan ekonomi untuk mendukung investasi besar yang masuk,” ujarnya.

Dengan adanya pendekatan ini, diharapkan masyarakat lokal dapat berperan aktif dan merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi. Arif Satria menyerukan kepada semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat turut serta dalam pembangunan bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button