Politik

Atasi Macet dan Polusi Melalui Kolaborasi Serius Semua Pihak!

Jakarta, Maret.id — Pramono Anung, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, memberikan apresiasi terhadap Kampanye Insan Astra “Ayo Naik Transum Jakarta”. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat dalam mengatasi tantangan seperti kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim, yang semakin kompleks di ibu kota.

Peningkatan Layanan Transportasi Umum

Menanggapi permasalahan transportasi yang dihadapi DKI Jakarta, Pramono menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memperkuat layanan transportasi publik. Upaya ini mencakup pengembangan sistem transportasi massal seperti MRT, LRT, Transjakarta, Mikrotrans, serta Transjabodetabek. Dengan langkah ini, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih mudah, nyaman, dan terjangkau.

Pramono juga mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, Transjakarta akan mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk sebanyak 500 bus listrik. Selain itu, ia menjelaskan bahwa layanan JakLingko akan didukung oleh sekitar 2.968 armada Mikrotrans. “Ini bagian dari target elektrifikasi penuh armada Transjakarta pada 2030,” tegasnya.

Inisiatif Kebijakan Transportasi

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus memperluas jangkauan layanan transportasi, termasuk rute Transjabodetabek. Kebijakan pemberian layanan gratis untuk MRT, LRT, dan Transjakarta bagi 15 golongan masyarakat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan penggunaan transportasi publik.

Pemprov juga menerapkan kebijakan “Hari Rabu Bertransportasi Umum” khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta. Langkah ini diharapkan tidak hanya menggugah kesadaran akan pentingnya transportasi umum, tetapi juga mengurangi kemacetan dan polusi.

Menargetkan Jakarta sebagai Kota Global

Pramono menyoroti keberhasilan sistem transportasi umum Jakarta yang telah menempati peringkat ke-17 terbaik dunia versi Time Out 2025. Ini, menurutnya, menjadi landasan penting untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang modern dan berkelanjutan.

“Kami berharap Jakarta dapat menjadi kota global yang modern, berkelanjutan, dan masuk jajaran Top 50 Global City pada 2030,” pungkas Pramono. Penekanan pada visi ambisius ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Jakarta yang lebih baik di masa depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button